Bansos Rastra diubah Jadi Bantuan Pangan NonTunai, Ini Alasannya

SUMEDANG ONLINE – Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumedang, Asep Muldansyah menyebutkan untuk tahun ini belum bisa menyalurkan social dan beras sejahtera (Rastra) lantaran terbentur pada verifikasi Basis Data Terpadu (BDT) yang belum kelar.

“Bansos rastra periode Januari sampai dengan Juli sudah disalurkan ke KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Jadwal semula bansos Rastra sampai dengan Juni dan Juli berubah menjadi BPNT (Bantuan Pangan NonTunai). Karena Sumedang belum melaksanakan verifikasi dan validasi data BDT berdasarkan SIKS NG, maka pada bulan Juli lalu progam BPNT tidak jadi dan dilanjutkan Bansos Rastra. BPNT Insya Alloh awal tahun 2019, dengan catatan Data BDT sudah diverivali,” kata Asep Muldansyah pada Sumedang Online.

Dikatakan Asep, tak hanya Sumedang saja yang menunggu anggaran perubahan tapi juga kabupaten lainnya, seperti Pangandaran dan Purwakarta. “Jadi harus valid terlebih dahulu BDT nya, jadi semua data tentang kemiskinan baik penerima Bansos Rastra, PKH, KIS, KIP ada di BDT itu diverifikasi. Karena belum diverifikasi nanti diperubahan, karena kalau tidak diverifikasi semua kabupaten kota harus BPNT. Nanti masuk rekening masyarakat untuk membeli beras sembako, beras dan telur, kuduna mah,” imbuhnya.

Dikataan dia, penerima manfaat di kabupaten Sumedang sebanyak 81.528 kepala keluarga tidak akan menerima uang tunai tapi nontunai. “Jadi si penerima manfaat akan menerima struk dari pihak bank, nanti pihak bank bekerjasama dengan penyalur dan agen dalam pembayarannya,” tambahnya. *

BACA JUGA  Sa'adulloh sebut kaderisasi merupakan ruh sebuah organisasi

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.