FEATURE & OPINIPilihan Redaksi

Wajah Baru Alun-alun Sumedang (Bagian 2)

DALAM konsepnya, penataan Alun-alun Sumedang dibagi menjadi dua zona yang meliputi zona wilayah Formal di bagian Selatan dan Zona Rekreasi/Bermain di bagian Utara. Setiap zona mengandung berbagai makna filosofis, seperti zona humaniora, sejarah dan budaya kasumedangan warisan para leluhur.

Semua nilai-nilai luhur dan filosofis yang ingin dilestarikan dalam pembangunan alun-alun diaktualisasikan dalam pembangunan lantai, trap, tata letak, termasuk kolam-kolam kecil dengan air mancurnya yang berada di sekitar monumen Lingga.

Di samping itu, keempat pojok Alun-alun mempunyai fungsi tersendiri dan bersifat tematik. Pada pojok kanan sebelah Selatan terdapat wahana bermain untuk anak-anak. Sedangkan pada pojok kirinya terdapat wahana Kaulinan Barudak Baheula (permainan tempo dulu). Di pojok kanan Sebelah Utara ini, terdapat pojok baca dan di pojok kirinya terdapat kolam cetek, ampitheater dan display beberapa sosok profil singkat pemimpin/bupati Sumedang dari masa ke masa. Sedangkan di bagian tengah zona Selatan alun-alun dijadikan tempat untuk kegiatan formal seperti upacara.

Perubahan paling mendasar pembangunan penataan Alun-alun Pusat Kota Sumedang ini adalah ruang terbuka publik tersebut saat ini tidak lagi dikelilingi pagar, sehingga terbuka dari segala arah. Walapun tidak dibatasi oleh pagar, namun terdapat empat jalan sebagai akses masuk ke dalam alun-alun, sesuai arah mata angin sebebagaimana tampak saat ini. Hal ini sebagai wujud filosofis ‘Kiblat Papat Kalima Pancer’ yang diartikan sebagai empat arah mata angin yakni Timur, Selatan, Barat dan Utara sedangkan yang kelima yaitu bagian tengah, dalam hal ini tugu/monumen Lingga.

BACA JUGA  Gubernur Jabar: Rp16 Miliar untuk Pembangunan Alun-Alun Sumedang

Kendati terdapat banyak perubahan di sana-sini, namun penataan alun-alun tersebut tidak melepaskan ciri alun-alun sebagai cagar budaya. Unsur nilai-nilai seni-budaya dan sejarah tetap melekat kuat dalam revitalisasi alun-alun sehingga menjadi media antara pemeliharaan nilai-nilai yang luhung leluhur dengan nilai-nilai orientasi pembangunan masa depan.

Gagasan untuk menata Alun-alun pusat Kota Sumedang terlontar saat kampanye Pilkada serentak Tahun 2018. Dengan terpilihnya Ridwan Kamil menjadi Gubernur Jabar dan Dony Ahmad Munir-Erwan Setiawan menjadi Bupati-Wakil Bupati Sumedang, Ridwan Kamil atau Kang Emil memberikan hadiah istimewa bagi warga Sumedang yang ia janjikan saat kampanye di Sumedang yaitu untuk menata Kota Sumedang. Salah satunya adalah pembangunan dan penataan kembali (revitalisasi) Alun-alun Sumedang. Bahkan Kang Emil yang juga seorang arsitek membuat sendiri sketsa penataan Alun-alun Sumedang.

Sebagai program unggulan dan strategis Gubernur Jawa Barat dan sebagai kado istimewa bagi Sumedang, seluruh biaya penataan alun-alun ini bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Demikian pula untuk penyusunan DED-nya dari Pemprov Jabar dalam bentuk hibah desain.

BACA JUGA  Dibangun Secara Tematik, Alun-Alun Akan Beri Kesan Nyaman

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengharapkan bahwa dengan selesainya pembangunan Alun-alun Sumedang dapat menjadi jalan untuk kemajuan Sumedang, sehingga masyarakatnya menjadi lebih bahagia dan sejahtera.

Dengan berbagai konsep tersebut, Bupati H Dony Ahmad Munir mengharapkan agar masyarakat Sumedang benar-benar bisa menjadikan Alun-alun Sumedang sebagai tempat berkumpul dan beraktivitas untuk berbagai kalangan.

“Alun-alun ini diharapkan bisa memfasilitasi masyarakat umum maupun anak-anak. Semakin terbuka dan bisa untuk berbagai kegiatan, karena ada ampitheaternya juga,” katanya.

Khusus mengenai keberadaan panel-panel yang memuat profil singkat para pemimpin/bupati Sumedang, Bupati berharap agar masyarakat khususnya generasi muda tahu akan sejarah dan kepemimpinan Sumedang.

“Semoga bisa menginspirasi generasi penerus setelah melihat berbagai keberhasilan yang diraih oleh para pemimpin Sumedang dari masa ke masa,” ucapnya. *HUMAS SETDA SUMEDANG*

Tags

Pitriyani Gunawan

Pitriyani Gunawan merupakan salahseorang pendiri dari SUMEDANG ONLINE, aktif menulis sejak masih dibangku sekolah. Dan mulai belajar Jurnalistik sejak tahun 2010.

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

Related Articles

Close