KESEHATAN

Kepala Puskesmas Wado, Ini Cara Menepis Virus Corona

SUMEDANG.ONLINE – Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Wado, Kab. Sumedang, dr. Eka Damayanti Swastika mengatakan, infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu.

Seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan dan sakit kepala.

Dikatakan, atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

“Secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona. Yaitu,
demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius), batuk dan sesak napas,” ucapnya pada saat talkshow antisipasi dan pencegahan virus corona di Radio Trimekar FM, Kamis 19 Maret 2020.

Menurutnya, infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan.

Pada sebagian besar kasus, corona virus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu.

Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

“Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia,” ucapnya.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, diantaranya
tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19.

Kemudian, memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19

Selanjutnya, kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.

Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien.

Dokter akan bertanya apakah pasien bepergian ke daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul atau tidak?.

Dikatakan, upaya memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berikut.

Seperti, uji sampel darah, tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak, rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru.

Ia mengatakan jika infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati.

Tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus.

Seperti, merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk.

Kemuidan, memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita.

Bahkan, menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup.

“Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh,” ucapnya.

Menurut dia, sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19.

Berjaca dari itu, maka cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang terinfeksi virus.

“Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung. Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian,” ujarnya.

Diharapkan rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer.

“Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan. Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya,” katanya.

Juga, masaklah daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

Tak kalah penting, tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.

“Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek. Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan,” tutur Eka.

Untuk orang yang diduga terkena COVID-19, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain.

“Upayakan tak keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan. Periksakan diri ke dokter hanya bila anda mengalami gejala atau keluhan.
Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain,” ucapnya.

Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk seseorang yang sakit, sampai Anda benar-benar sembuh.

“Jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit,” ujarnya.

Disampaikan, hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.

“Gunakanlah masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain. Pakai tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah,” ujarnya.

Sementara, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengatakan, berkaitan maraknya virus corona Pemkab Sumedang akan terus berupaya mengendalikan dan mencegahnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tak panik serta menjalankan pola hidup bersih dan sehat.

Diantaranya cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer.

Juga, melaksankan perilaku hidup bersih dan sehat, makan makanan sehat, menggunakan jamban bersih, olahraga teratur, tak merokok, tidak membuang sampah sembarangan, istirahat cukup dan tak stres.

“Disamping ikhtiar lahir kita pun tetap ikhtiar bathin dengan berdoa kepada Allah Swt memohon agar terhindar dari segala macam penyakit,” ujar Dony. (Iwan)***

Tags

Abdullah Opah

Abdullah Opah bergabung dengan SUMEDANG ONLINE sejak tahun 2017 lalu.

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

Close