PENDIDIKANPilihan Redaksi

Bahas Dana Desa, Bupati Sumedang Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude

SUMEDANG.ONLINE, BANDUNG (28/2/2020) – Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir resmi menyandang gelar doktor pada pada bidang studi Ilmu Akuntansi dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung dengan predikat cumlaude. Setelah berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Pengaruh Implementasi Good Village Governance, Kompetensi Aparat Desa dan Implementasi Sistem Pengendalian Internal terhadap Penyimpangan Dana Desa dan Implikasinya terhadap Kinerja Pemerintahan Desa” dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor pada Program Doktor Ilmu Akuntansi yang digelar di Gedung Pusat Ilmu Pengetahuan Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat, 28 Februari 2020.

“Penyimpangan dana desa terjadi hampir sebagian besar pemerintahan desa di Indonesia,” kata Dony saat menyampaikan ringkasan disertasinya di hadapan tim promotor.

Dikatakan dia, hadirnya dana desa sebagai amanat Undang-undang Desa bertujuan memajukan perekonomian masyarakat desa hingga mengatasi kesenjangan pembangunan. Sayangnya, banyak terjadi penyimpangan alokasi dana desa di sejumlah wilayah di Indonesia.Indikasi penyimpangan dana desa terjadi ketika sudah berada di kas desa. Banyak pemerintahan desa memiliki kinerja yang kurang baik.

Bahkan lanjutnya, berdasarkan temuan Inspektorat pada sejumlah desa di Kabupaten Sumedang tahun 2018, Dony memaparkan bahwa penyimpangan dana desa tersebut di antaranya berupa kelebihan bayar/kekurangan volume pekerjaan fisik dan nonfisik, mark up harga dan pekerjaan tidak dilaksanakan, hingga tidak dilakukan pembayaran atas PPN dan PPh.

”Tahun 2017, hasil penilaian SAKIP Kabupaten Sumedang berada pada posisi terendah di Jawa Barat. Ini mencerminkan ada pemborosan sekitar 30 persen,” kata Doni.

Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu. Dony menyebut kurangnya sumber daya yang kompeten hingga lemahnya sistem pengendalian internal di tingkat organisasi menjadi penyebab menyimpangnya alokasi dana desa.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Doni menawarkan konsep good village governance untuk memperkuat kinerja pemerintahan desa. Konsep ini berupa proses pengelolaan pemerintahan yang dikelola secara transparan dan akuntabel dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

”Implementasi Good Village Governance berpengaruh negatif terhadap penyimpangan dana desa,” ujarnya.

Penyiapan kompetensi aparatur desa sangat dibutuhkan. Penguasaan teknologi informasi serta pemahaman mengenai pengelolaan dana desa wajib dimiliki oleh aparatur desa. Dalam diserrtasinya Doni menjelaskan, penguatan kompetensi ini berpengaruh negatif terhadap tingkat penyimpangan dana desa.

Selain itu, Doni mendorong sistem pengendalian internal harus memainkan peran dalam mengawasi kinerja pemerintahan. Hasil disertasi ini kemudian diterapkan Doni saat menjabat sebagai Bupati. Hasilnya, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Sumedang masuk pada posisi 7 besar di Jawa Barat pada 2019.

“Implementasi SPI berpengaruh positif secara tidak langsung terhadap kinerja pemerintahan desa,” kata Dony.

Kepala Bappeda Sumedang, Tuti Ruswati berharap gelar doktor yang disandang Bupati Sumedang itu akan membawa dampak positif terhadap kepemimpinan yang sedang dijalankannya.

“Acara sidang terbuka promosi doctor berjalan dengan lancar sesuai. Setelah diraihnya gelar doktor, saya secara pribadi selaku pembantu beliau dan umumnya masyarakat Sumedang merasa bangga. Semoga hal ini dapat memberikan dampak positif terhadap kepemimpinan yang sedang dijalankan beliau di Kabupaten Sumedang,” kata Tuti. *HMS/VRS/UNPAD*

Pitriyani Gunawan

Pitriyani Gunawan merupakan salahseorang pendiri dari SUMEDANG ONLINE, aktif menulis sejak masih dibangku sekolah. Dan mulai belajar Jurnalistik sejak tahun 2010.

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

Related Articles