BISNISPilihan Redaksi

238 Perusahaan Nunggak Iuran BPJS Ketenagakerjaan

SUMEDANG.ONLINE, BPJS TK (24/2/2020) – Dari 1.060 perusahaan yang telah masuk pada BPJS Ketenagakerjaan, sebanyak 238 perusahaan hingga saat ini masih nunggak iuran.

“Ada 238 dari 1.060 perusahaan yang masih menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Efa Zuryadi selaku Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sumedang.

Padahal sebut Efa, pihaknya terus melakukan penangihan hingga memberikan surat peringatan, namun sejauh ini belum digubris. Selain itu pihaknya juga melakukan pemeriksaan secara langsung ke perususahaan dan memberikan surat pemberitahuan menunggak iuran secara resmi.

Sementara untuk menertibkan perusahaan yang masih membandel, pihaknya pun akan melimpahkan hal itu pada Kejaksaan, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk melakukan penagihan dan Dinas Ketenagakerjaan.

“Dan tidak juga melakukan kewajiban tadi, maka kami akan melakukan pelimpahan ke pihak ke-tiga. Yang kerjasama dengan kita itu, Kejaksaan, KPKNL, dan juga dari Dinas Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Sebagai informasi KPKNL  mengurus piutang yang timbul akibat tunggakan iuran program jaminan sosial, yang dilakukan perusahaan terhadap tenaga kerja. Karena ada sejumlah perushaan yang telah melakukan pemotongan iuran dari gaji karyawan namun tidak disetorkan ke BPJSTK. Iuran yang menjadi tunggakan, ditakutkan memengaruhi hak pekerja, terutama jika terjadi kasus seperti kecelakaan kerja, kematian, atau saat pengambilan jaminan hari tua (JHT). *IWAN RAHMAT*

Pitriyani Gunawan

Pitriyani Gunawan merupakan salahseorang pendiri dari SUMEDANG ONLINE, aktif menulis sejak masih dibangku sekolah. Dan mulai belajar Jurnalistik sejak tahun 2010.

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

Related Articles

Close