PENDIDIKANPilihan Redaksi

Miris Siswa Lulusan SD Tak Fasih Membaca. Ini yang Dilakukan Dewan

SUMEDANG.ONLINE – Heboh adanya siswa di SD Negeri S di Desa Ciawitali, Kecamatan Buahdua yang belum fasih dalam membaca, menulis dan berhitung (calistung). Kndisi itu membuat Komisi 3 DPRD Sumedang bergerak cepat untuk menindaklanjutinya.

“Betul tadi ada salahsatu anak yang belum lancar membaca, ini sangat menghawatirkan kondisi seperti ini karena pendidikan dasar itu sangat penting. Mudah-mudahan ini jadi permasalahan kita bersama, Dinas Pendidikan harus bisa memikirkan solusinya seperti apa,” kata Ferry usai melakukan kunjungan ke salahseorang anak di Desa Ciawitali, Kecamatan Buahdua.

Ironisnya, karena melihat proses belajar mengajar di SD Negeri tersebut yang kurang maksimal ada diantara siswa yang justru belajar ke sekolah lain ke wilayah Indramayu. Apalagi daerah tersebut berbatasan antara Kabupaten Sumedang dan Indramayu.

“Karena kualitas pendidikannya katanya jauh lebih baik di sana. Jadi kepercayaan masyarakatnya sendiri sudah kurang terhadap sekolah yang ada di desanya,” jelasnya.

Ditemui secara terpisah Kepala Desa Ciawitali, Fredy Supriadi, tak menampik jika ada salahseorang siswa dari SD Negeri S yang memang belum fasih dalam calistung. Dikatakan Fredy pihaknya bahkan kerap mendapatkan keluhan dari orangtua siswa yang menyebutkan, masa anak lulus dari SD membacanya masih belum lancar.

“Berarti kan kualitas pengajarannya pun, kualitas belajar siswanya pun belum baik. Masa anak lulus kelas enam SD, belum lancar membaca, harusnya kan sudah lancar. Apalagi kan yang paling utama bisa membaca dulu,” jelasnya.

Sementara itu menyikapi adanya siswa lulusan SD yang belum bisa membaca menulis dan berhitung, Kepala Bidang Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, E. Majfudin, membenarkan adanya siswa yang mengalami kelambatan dalam belajar.

“Itu akan menjadi bahan evaluasi dan segera untuk disikapi Disdik bersama kades, ortu siswa, guru dan anggota DPRD Sumedang,” ujar E. Majfudin.

Dia berharap kedepannya ada perubahan dalam dunia pendidikan di Sumedang, agar lebih maju lagi.

“Terima kasih atas perhatian dari semua lihak dalam upaya mendongkrak kemajuan dunia pendidikan di Sumedang,” ujarnya.

Orangtua siswa yang belum bisa membaca, UK, membenarkan kondisi anaknya yang mengeluhkan tidak bisa membaca. “Keluhan dia cuman untuk membaca, kalau menulis dia masih kebaca. Cuman hanya baca yang kurang lancar, kaya ngitung dia bisa. Dia kekurangannya hanya baca, jika dia bisa juga lama, nangkepnya gitu,” pungkasnya. ***IWAN RAHMAT***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close