BISNISPilihan Redaksi

Buruh Sumedang, Tolak Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja

SUMEDANG.ONLINE, DPRD SUMEDANG (29/1/2020) – Aliansi Buruh Sumedang Menggugat (ABSM) memberikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah untuk memudahkan masuknya investasi dalam rangka menyiptakan perluasan kesempatan kerja bagi rakyat Indonesia. Meski demikian, bukan berarti kemudahan itu dilakukan dengan cara menghilangkan hak-hak konstitusional rakyat Indonesia yang dijamin oleh UUD 1945.

“Maksud daripada kedatangan kami hari ini adalah menyampaikan aspirasi, yang kaitannya apa yang menjadi kerisauan kami terkait dengan program pemerintah adanya Ombibus Lau Cipta Lapangan Kerja. Jelas, berdasarkan berita berita yang beredar saat ini, RUU Omnibus Law ini prinsipnya sangat merugikan buat kita,” kata Guruh Hudianto selaku Ketua ABSM pada SUMEDANG ONLINE.

Dikatakan dia, berdasarkan materi Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja yang dikeluarkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Tertanggal 17 Januari 2020, dimaksudkan untuk mengubah pasal di dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, seperti ketentuan Upah Minimum, Outsourcing yang diperluas untuk jenis pekerjaan apa pun. Termasuk sebutnya Tenaga Kerja Asing unskill dipermudah, pesangon dikurangi, PKH menjadi mudah dan jam kerja menjadi fleksibel yang menjadi kontradiktif/dualisme terhadap sistem kerja 40 jam seminggu dan hilangnya sangksi pidana bagi pengusahanyang melakukan tindakan pelanggaran atau kejahatan.

“Itu semua kami menilai sangat merugikan sekali bagi kami sebagai buruh, nah ini juga apa yang ada di dalamnya yang menjadikan isu itu. Jadi mendegradasi kebijakan-kebijakan apa yang selama ini sudah ada. UU 13 sudah beberapa kali dihantam untuk apa, untuk direvisi. Itu selalu mendapatkan penolakkan keras dari kami. Ini mungkin akal-akalan dari pemerintah dengan modus omibus law ini untuk merevisi itu,” paparnya. ***IWAN RAHMAT***

Pitriyani Gunawan

Pitriyani Gunawan merupakan salahseorang pendiri dari SUMEDANG ONLINE, aktif menulis sejak masih dibangku sekolah. Dan mulai belajar Jurnalistik sejak tahun 2010.

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

Related Articles