PENDIDIKANPilihan Redaksi

Bentuk Kewirausahaan, 500 Mahasiswa KKN Unpad Terjun ke Sumedang

SUMEDANG.ONLINE, SUMSEL (28/1/2020) – Kerja sama anatara Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan kampus yang ada di Sumedang makin diperkuat. Salahsatunya dengan Universitas Padjadjaran, mereka telah sepakat menjalankan sejumlah program bersama dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumedang.

Penguatan kerja sama secara seremonial diwujudkan melalui pertemuan yang digelar di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Selasa (28/1/2020). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir beserta Rektor Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., menyaksikan sejumlah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Unpad dan jajaran Pemkab Sumedang.

“Alhamdulillah kita MoU kerjasama dengan Unpad, yakni kerjasama KKN tematik tentang kewirausahaan di lima desa sekitar 500 Mahasiswa terjun langsung. Yang kedua membangun Smart Farming di Cilembu, yang ketiga pemanfaatan Kawasan Sains Technologi (KST) Padjajaran untuk ikut inkubator bisnis, yang ke empat Usaha Kecil Menengah, yang ke lima penanganan stunting,” ujar Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.

Dia menuturkan, kerjasama dengan kampus akan lebih dimasifkan lagi, sistemmatis, terukur sehingga semuanya mengarah kepada menurunnya angka kemiskinan di Sumedang, rendahnya angka stunting, dan meningkatkan pendapatan hidup masyarakat.

”Dan sekarang kita sudah sudah menandatangani MoU antara Pemda dan UNPAD di berbagai lintas. Ada masalah kesehatannya, pendapatan daerahnya pertaniannya dan sebagainya. Dengan berbagai riset untuk menyelesaikan masalah yang ada di Sumedang. Yang nantinya bagi kecamatan yang mempunyai program inovasi stunting terbaik, akan kami berikan Reward,” tandasnya.

Rektor Unpad, Prof Rina Indiastuti menyebutkan kerja sama ini meurpakan salah satu bentuk Kolaborasi Unversitas UNPAD dengan Pemkab Sumedang, yang dapat diartikan dengan Kolaborasi antara Akademisi Mahasiswa dengan Masyarakat Sumedang.

”Dan nantinya Bupati Sumedang akan memberikan skala prioritas yang bisa disentuh oleh kami, untuk membuat formula formula berdasarkan hasil riset,” ujarnya.

Dia menyotohkan dengan Ubi Cilembu agar tetap menjadi bahkan menjai nilai tambah untuk ekspor lebih banyak. Menurutnya dengan Smart Farming, bukan hanya soal budidaya akan tetapi pemasarannya berdasarkan kajian kajian untuk dihilirkan itu.

“Dalam arti kata digunakan oleh masyarakat. Jadi konsepnya adalah hasil riset dan teknologi tepat guna yang akan di implementasi kan pada masyarakat sumedang, an sasaran akhirnya adalah penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sumedang. Selanjutnya, kami akan mengawal prosesnya karena tidak bisa begitu saja angka kemiskinan turun,” pungkasnya. ***IWAN RAHMAT***

Pitriyani Gunawan

Pitriyani Gunawan merupakan salahseorang pendiri dari SUMEDANG ONLINE, aktif menulis sejak masih dibangku sekolah. Dan mulai belajar Jurnalistik sejak tahun 2010.

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

Related Articles

Close