PENDIDIKANPilihan Redaksi

Ada Tujuh Kepala SD Tertipu, Kadisdik Sumedang Minta Lebih Hati-hati

SUMEDANG.ONLINE, DISDIK (30/01/2020) – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Agus Wahidin, meminta seluruh kepala sekolah yang ada di Kabupaten Sumedang untuk lebih hati-hati. Hal itu menyikapi adanya tujuh kepala SD yang tertipu oknum PT H, sehingga sekolahnya dibongkar sepihak pada tahun 2019 lalu.

Imbas dari kejadian itu para kepala sekolah tersebut mendapatkan sanksi mutasi dan diturunkan gradenya.

“Berkali kali saya sudah menyampaikan, bahwa para kepala sekolah lebih berhati-hati lagi. Karena banyak sekarang oknum oknum dari luar yang memanfaatkan situasi mengatasnamakan dinas, mengatasnamakan kepala dinas dan lain sebagainya untuk melakukan hal-hal tidak terpuji, melakukan penipuan, pengelabuan terhadap kepala sekolah,” ujar Agus pada Reporter SUMEDANG ONLINE di ruang kerjanya, Kamis, 30 Januari 2020.

Meski demikian, Agus belum mengetahui jumlah total kerugian negara akibat kejadian tersebut.

Nah untuk kehitungan kerugian itu saya kira ada di bagian barang-barang daerah ada hitungannya jadi secara persis saya belum bisa menyebutkan, terus terang saya belum mengetahui persis,” jelasnya.

Agar tidak menganggu proses belajar mengajar pihaknya pun akan melakukan perbaikan bangunan yang telah dibongkar tersebut secara bertahap. Sumber anggaran yang akan digunakan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun dari APBD Murni.

“Bagaimana tindak lanjutnya, memang ini diperbaiki kembali secara bertahap dengan tidak menyalahi peraturan perundangan. Ada yang bersumber dari DAK, ada yang berusmber dari murni APBD. Itu bertahap, karena memang tidak bisa sekaligus dan kami sudah sampaikan kepada para kepala sekolah yang baru yang mengantikan untuk juga hati-hati. Jangan sampai aset asetnya yang itu, belum penghapusan tetapi sudah diganti ulang itu bisa jadi permasalahan baru,” tandasnya.

“Tetapi memang, contoh ya ada sekolah yang gentingnya sudah diturunkan dan gentingnya masih ada, itu bisa dinaikkan kembali. Itu hanya kepala sekolah kerugian upah kerja. Ada juga yang dibongkar, yang sebelumnya gudang, kemudian dibongkar, itu juga tidak menganggu proses belajar mengajar. Nah tapi ada juga yang sudah dibongkarnya agak parah nah itu memang menimbulkan gangguan pada proses belajar mengajar, tapi bertahap kita perbaiki sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku,” pungkasnya. **IWAN RAHMAT**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close