Pilihan RedaksiSUMEDANG

Disnakertrans Gelar Ekspose Skill Development Center di Sumedang

SUMEDANG.ONLINE – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman, menghadiri ekspose Skill Development Center (SDC) Kabupaten Sumedang yang digeler di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor, Senin, 23 Desember 2019.

Sekda mengatakan, Sumedang menjadi salah satu wilayah yang dapat mengentaskan kemiskinan dan angka pengangguran melalu program SDC yang tersukses.

“Akan tetapi persoalanya harus rasional, lazimnnya kemiskinan itu turun 0,5 persen ke bawah, akan tetapi Bupati dan Wabup komitmen mencapai target 0,8 persen,” ungkap dia pada sejumlah pewarta di Jatinangor.

Meski demikian dia menyebutkan, angka penurunan ini, merupakan modal utama di Pemerintahan Sumedang, agar lebih ngabret lagi ditahun 2020.

“Kami menyadari ditahun 2019 masih parsial belum sistemik, itu sangat berat tapi Alhamdulillah ternyata BPS sudah mempublis dan menyatakan angka kemiskinan Sumedang masuk yang tertinggi di Jabar menembus 0,71 persen,” tegasnya.

Dengan Jumlah 41 ribu, lanjut Sekda, angka penganguran yang ada di kabupaten Sumedang, minimal 3000 dalam satu tahun berkurang.

“Maka akan sukses SDC ini adalah ketika tahun depan angka tersebut berkurang, khusus Dinakertrans harus terus membidik penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, angkatan tenaga kerja kita 548 ribu lebih, dan yang 570 ribu sudah bekerja dan sisanya tadi di sebutkan di atas,” ucapnya.

Kendati demikian, lanjut ia, dengan adanya SDC menjadi pusat untuk peningkatan kompetensi peningkatan kapasitas masyarakat melalui pertukaran informasi, pengembangan dan pelatihan.

“Teknisnya kerja sama dengan semua stekholder dalam koridor pentahelik, saya kira kalau dirempug sauyunan tidak ada yang tidak mungkin cikaracak ninggang batu, lamun keyeung tangtu pareng,” ucapnya.

Selain itu, kata Sekda, bulan Januari tahun 2020 akan ada evaluasi dan akan memberikan rapot, nanti Semua masyarakat Sumedang tahu siapa saja pejabat yang punya nilai dan siapa saja yang akan di remedial.

“Kami sedang berkomitmen dan bersungguh sungguh mengelola pemerintahan yang nanti hasilnyapun untuk masyarakat,” tandanya

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Asep Sudrajat mengatakan, peran Dinas selama ini hanya mengolah data, bukan fasilitas dan ternyata setelah berkumpul serta berkoordinasi dengan Apindo dan para pengusaha ternyata mereka welcome.

“Ternyata kita dulu kurang komunikatif, maka dengan adanya SDC ini kedepanya akan terstruktur dan terprogram masiv dalam penyaluran tenaga kerja baik dalam dan luar negri,” ujarnya.

Ia menambahkan, para UKM yang sudah lama dicanangkan dan lama mati akan di hidupkan kembali, terus yang berjalan di tempat pihaknya akan pacu lebih baik.

“Jadi dua indikator tersebut adalah untuk pengurangan pengangguran dan mengentaskan kemiskinan,” ungkapnya.

Menurutnya, baru baru ini pihaknya sudah membuka jaringan kepasar Rusia kerjasama dengan Indowisata dan LPK, setelah di awali ke Jepang.

Dihadapan perwakilan dari Kecamatan-Kecamatan, Bappppeda, LKP, Kadin dan HIPMI, dan BLK, Dr. Bambang Wasito, M.Sc selaku Senior Advisor Tim SDC Pusat menyebutkan dasar pemikiran dari adanya SDC, lantaran kata dia, pembangunan perekonomian Nasional tidak dapat dilepaskan dari sektor ketenagakerjaan sebagai subyek dan sekaligus obyek pembangunan itu sendiri.

”Masalah ketenagakerjaan merupakan masalah kompleks dan rumit yang dihadapi oleh hampir setiap negara didunia termasuk Indonesia. Penanganan masalah ini tidak mungkin diselesaikan oleh hanya satu lembaga kementerian saja, karena itu perlu diciptakan kohesi yang kokoh antar pemangku kepentingan terkait disemua lini,” ujar Bambang dalam pemaparannya.

Meski demikian sebut dia, sejauh ini Pemerintah telah menyoba mengatasi masalah ketenagakerjaan melalui berbagai kebijakan, namun demikian hasil yang diharapkan yaitu penurunan tingkat penggangguran belum sebagaimana diharapkan. ”Atas dasar itu, maka perlu dicari alternatif solusi untuk mengatasinya,” paparnya.

Lanjutnya, SDC (Pusat Pengembangan Ketrampilan Daerah – P2KD) merupakan sarana/wadah/forum yang melibatkan Tiga unsur utama pemangku kepentingan (stake holder) ketenagakerjaan di wilayah Propinsi dan atau Kabupaten/Kota.

”Siapa  Terlibat dalam SDC? Yang terlibat dalam Forum SDC adalah unsur ABG. Unsur Academic (lembaga diklat: BLK,SMK, POLTEK, LPK, AKOM, Techno Park, dll). Unsur Busines (lembaga DUDI: APINDO, KADIN, Asosiasi HRD, Asosisasi Industri dan usaha),Unsur Government (Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota: Disnaker, Bappeda, Disperin, Disdag, Dukcapil, UMKP, Kooordinator SMK wilyah, Dinas,” jalasnya. ***IWAN RAHMAT / SYARIF ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close