Pilihan RedaksiSUMEDANG

Sekolah Paritisipatif, Bawaslu Jabar: Demokrasi Makin Baik

Bawaslu Kabupaten Sumedang

SUMEDANG.ONLINE – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat memiliki harapan besar terhadap kader partisifatip agar mereka dapat melakukan pengawasan terhadap proses berdemokrasi khususnya di Provinsi Jawa Barat. Komisioner Bawaslu Provinsi Jawa Barat Loly Suhenti, memasuki gelombang tiga targetnya ada 1.089 kader dapat mengikuti Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif. Di Kabupaten Sumedang pelaksanaan sekolah tersebut digelar Bawaslu Sumedang mulai 18 November 2019 dan berakhir hari ini, Jumat, 22 November 2019 di Aula Gedung Pusdai Islamic Centre Sumedang.

“Kami mendesain sekolah kader dalam tiga gelombang yang sedang dilakukan, dan nanti akan masuk pada gelombang ke tiga. Setidaknya akan masuk 1089 kader yang dihasilkan dari sekolah ini. Nah harapan kami tentu, semakin banyak orang yang paham pentingnya melakukan pengawasan proses berdemokrasi kita akan semakin baik,” kata Loly pada Sumedang Online, Jumat, 22 November 2019.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan itu, selain dari Bawaslu Kabupaten Sumedang juga ada dari Provinsi Jawa Barat. Komisioner Bawaslu Provinsi Jawa Barat Loly Suhenti memberikan aparesiasi terhadap kegiatan tersebut, apalagi dalam pelaksanaanya ternyata banyak masyarakat Sumedang yang turut serta.

“Pelaksanaan sekolah kader partisipatif di Kabupaten Sumedang ini mendapat antusiasme yang cukup tinggi dari masyarakat . Ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Sumedang, baik,” sambungnya.

Bahkan dikatakan dia, selama pelaksanaan sekolah kader tersebut, tidak ada satu siswa pun yang kemudian izin atau tidak mengikuti sekolah. Selain itu peserta yang hadir pun dari berbagai kalangan, sehingga menurutnya sangat kaya, pariatif.

“Bahkan dari komunitas hoby juga ada yang bergabung sebagai kader. Ini menunjukkan untuk pengawasan partisipatif di Sumedang akan punya harapan yang lebih besar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Disebutkan Loly, salahsatu tugas dari kader partisipatif itu, nantinya mereka akan kembali ke komunitas atau organisasinya masing-masing. “Tugas mereka, yang pertama adalah memastikan seluruh teori, pengalaman, pembelajaran itu tersampaikan lagi, diinformasikan ke banyak pihak. Karena kader ini sejatinya mereka akan kembali ke public sehingga dari publiklah pengawasan yang kuat akan lahir,” jelasnya. (IWAN RAHMAT PURNAMA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close