OLAHRAGAPilihan Redaksi

Meski Dirugikan, CEO Perses: Semoga Tim Persikasi Tak Disanksi

SUMEDANG.ONLINE — Ketua Klub (CEO) Perses Sumedang, Agus Muslim, mengaku terkejut dengan adanya dugaan match fixing yang melibatkan Persikasi Bekasi, saat lawatan leg 2 Liga 3 ke Perses Sumedang, Rabu, 6 November 2019 lalu. Imbas dari kejadian tersebut sejumlah pengurus Persikasi diciduk Satgas Anti Mafia Bola Mabes Polri pada 25 November 2019 lalu.

Meski menjadi korban atas kejadian tersebut namun Agus mengaku tak menginginkan jika kasus itu justru berimbas sanksi pada tim Persikasi Bekasi.

“Yang pertama terkejut. Yang kedua prihatin, sama insan bola kok bisa terjadi seperti ini. Walaupun katakanlah Perses ini adalah (tim) yang dirugikan, tapi secara pribadi saya berharap tim Persikasi ini tidak mendapat dampak terutama pemain dan pelatih yang sudah berjuang, juga kasihan masyarakat Bekasi yang sudah demikian euporia, berharap, mengawal, perjalanan Persikasi,” kata Agus Muslim pada Sumedang Online, Rabu, 27 November 2019.

“Dan sebetulnya, tanpa cara-cara seperti itu. Saya akui Persikasi ini layak untuk berprestasi lebih baik dibanding perses. Walaupun secara pribadi saya tidak merasa kalah dengan Persikasi, hanya pada saat itu kami terima kekalahan itu, mungkin mereka lebih baik dari kita. Karena di Bekasi kita kalah 1-0, meski pun banyak peluang untuk dapat memasukan bola, tapi itu hal biasa dalam sepakbola. Juga waktu di Ahmad Yani, di kita. Kita sudah unggul 2-0, tiba-tiba dalam hitungan menit kita berbalik kalah 3-2. Ya waktu itu kecewa, ya kecewa, tapi kita terima. Walaupun kualitas wasit, menurut kami itu sudah biasa, nu eleh mah so kaya teu puas wae,” imbuhnya.

Bahkan Agus menyebutkan, dirinya tak mengetahui jika pertandingan Leg 2 itu justru akan masuk ranah hukum. “Tidak tahu, jika ada Satgas Mafia Bola, kami tidak tahu malah terkejut. Jika kedatangan dari pihak aparat penegak hukum dari pihak kepolisian, menanyakan hal-hal yang janggal dan sebagainya dalam tanda petik, menurut saya, itu ya selevel liga 3, menurut saya tidak sebaik liga 1 dalam wasitnya. Cuman ada beberapa momen yang secara umum kami menerima dengan lapang dada, jadi tidak terlalu dipermasalahkan. Memang secara kualitas tim, Persikasi itu, tim besar selama ini,” imbuhnya.

Agus pun membenarkan jika pihak Perses pun diminta keterangan. Karena itu, dua official Perses secara resmi akan mendatangi Mabes Polres Satgas Mafia Bola, besok, Kamis, 27 November 2019.

“Besok, kita juga diminta keterangan ada dua official resmi Perses yang saya perintahkan untuk memenuhi undangan dari Mabes polri yang menangani kasus pengaturan skor ini. Insyaallh besok berangkat, kita hormati proses hukum, kita menyambut baik, karena memang untuk kebaikan semua,” tandasnya. (IWAN RAHMAT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close