BISNIS

Disnakertrans Sumedang Gelar Sosialisasi SHIDINI

SUMEDANG.ONLINE — Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang baru baru ini mengadakan kegiatan sosialisasi Sistem informasi Sarana hubungan industrial dan penilaian kerawanan hubungan industrial di perudahaan (diteksi dini) atau di singkat SHIDINI.

Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 20 September2019 di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang dengan peserta pengusaha untuk wilayah kota Sumedang sedangkan pada 27 September 2019 di adakan di Hotel Jatinagor dengan perwakilan peserta pengusaha di wilayah jatinangor, cimanggung dan sekitarnya.

Narasumber oleh Agus Suyaman SH.MH. sebagai projek leader dalam proyek peruban
Sebagai kepala seksi Hubungan Indusrtrial dan perselisihan di Disnakertrans menurut dia, “SHIDINI” adalah salah satu sistem Informasi Tentang Informasi Data Sarana Hubungan Industrial dan Informasi Penilaian Kerawanan diperusahaan (diteksi dini).

“Permasalahan kenapa di bentu shidini adalah Di karenakan dinas tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten sumedang Belum adanya suatu data informasi Sarana Hubungan Industrial dan peta Kerawanan HI (diteksi dini) hubugan industrial di bidang Hubungan Industrial,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, tujuan jangka pendek dari proyek perubahan ini yakni untuk tersedianya sistem aplikasi hubungan industrial dan penilaian perusahaan (SHIDINI) yang memuat berbagai informasi seputar Sarana Hubungan Industrial seperti jumlah informasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh, Organisasi Pengusaha, lembaga kerja sama Bipartit, Peraturan Perusahaan, Perjanjian Kerja bersama, Peraturan Perundang-Undangan dan jumlah Perselisihan hubungan Industrial.

“Informasi penilaian perusahaan dalam bentuk tingkatan kerawanan hubungan industrial di tiap perusahan mantap, waspada, rawan dan sangat rawan,” jelasnya.

Sementara kondisi yang diharapkan, yakni adanya data hubungan industrial yang baik dan selalu up todate. Adanya data kerawanan hubungan industrial di setiap perusahaan.

“Meminimalisir dampak dari perselisihan hubungan industrial. Hubungan Industrial yang Harmonis, Dinamis dan Berkeadilan. Pembinaan dan monitoring hubungan industrial yang tepat sasara,” pungkasnya. (rls/iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close