Pilihan RedaksiSUMEDANG

112 Meter Tanah Terkena Tol Cisumdawu Diaku Ahli Waris Belum Dibayar

oSUMEDANG.ONLINE, SUMUT – Ahli waris Atang alias Babeh pemilik tanah di Blok Pasir Cacing di samping jembatan Tol Cisumdawu menuju jalan Perumahan Jatihurip mengklaim tanahnya seluas 112 meter belum diganti rugi. Hal itu terlihat dari plang kayu bertulis tangan yang ada di Kawasan itu, terbaca: TANAH INI 112 M BELUM DIBAYAR.

Berdasarkan informasi dari warga setempat, plang tersebut mulai ada sejak Selasa, 10 September 2019 pagi. Keterangan lainnya menyebutkan Kawasan itu memang telah dibebaskan sejak 2016 lalu, dan pembebasan lahan telah dinyatkan selesai tanpa masalah.

Kepala Desa Jatihurip Deden membenarkan adanya pengaduan dari anak pemilik tanah atas nama ayahnya tersebut. Dia menurut Deden, sempat datang ke desa mempertanyakan perihal status tanah itu.

"Sepengetahuan saya tanah yang berada di row itu sudah dibebaskan. Sudah dibayar, namun sepengetahuan saya tanah yang pa Atang ahliwarisnya dikuasakan kepada sodara Asep. Asep itu saya kurang tahu, lupa, apakah itu saudaranya, adiknya atau kakaknya yang jelas para panitia dari kuasa masyarakat sampai ke kuasa pembebasan tanah. Saya mengintruksikan dan mengimbau, jangan ada yang terlewat baik itu tanaman, bangunan ataupun tanah dari tahun pembebasan awal dari sekian tahun ke belakang," jelas Deden.

Menurut dia, setelah pembebasan sudah tidak ada kendala. Dia sendiri mempertanyakan kenapa pemilik tanah tersebut baru mempermasalahkannya sekarang. "Sebenarnya itu menurut kami selaku pemerintahan desa tanah tersebut yang ada di row, berarti sudah dibebaskan. Kenapa tiba tiba ada tulisan tanah ini belum di bayar," imbuhnya.

Dia menduga ada kemungkinan hal itu terjadi karena miskomunikasi di antara ahli waris. "Menurut pengetahuan kami kalau yang di dalam row itu sudah di bebaskan. Mungkin antara para pihak para ahliwaris kemungkinan tidak ada komunikasi dengan baik," jelasnya.

Disinggung apakah pihaknya akan melakukan konfirmasi terkait kejadian tersebut. Sejauh ini sebut Deden, pihaknya belum melakukan pemanggilan karena belum ada aduan secara resmi.

"Kalau dari pemerintah desa belum ada pemanggilan, karena dari pihak yang bersangkutan belum ada pengaduan. Baru kemarin datang dari pihak anaknya Pak Atang mengutarakan ke saya di sini masih ada menurut pengakuanya, masih ada tanah yang belum dibebaskan," pungkasnya. (IWAN)

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

Related Articles

Close