Pilihan RedaksiSUMEDANG

Lima Belas Tahun Mengabdi, Ara Pamit ke Masyarakat Sumedang

SUMEDANG.ONLINE, TOMO – Anggota DPR RI, Maruarar Sirait SIP, berpamitan pada masyarakat Sumedang saat menggelar Reses DPR RI di Desa Tolengas, Kecamatan Tomo, Rabu, 14 Agustus 2019. Politisi yang telah Lima belas tahun mengabdi pada masyarakat Sumedang, Majalengka, dan Subang,
pada kesempatan itu pun menyampaikan permohonan maaf pada masyarakat.

”Saya Lima belas tahun mewakili Sumedang, Majalengka dan Subang tentu masih banyak kekurangan, saya sebagai anggota DPR RI. Saya mohon maaf masih banyak kekurangan. Mungkin saya kurang rajin, saya kurang mampu memperjuangkan aspirasi bapak/ibu sekalian, saya mohon maaf. Dan saya doakan semoga ke depan Desa Tolengas makin maju lagi. Dan yang menggantikan saya lebih saying pada rakyat, semoga perhatian-perhatian komunikasinya bisa lebih baik ke depan, sehingga nasib rakyat bisa lebih baik di waktu-waktu yang akan datang,” ujar pria yang karib disapa Bang Ara usai acara berlangsung.

Seperti pada acara-acara Reses sebelumnya, Ara pun menampilkan beragam kesenian tradisi. Pada kesempatan itu ditampilkan kesenian kuda renggong, dan samrohan.

Ara pun mengaku, meski dirinya beragama Kristen dan bersuku Batak, namun diakui dia di Sumedang dia telah menemukan masyarakat yang betul-betul telah mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Di sinilah saya menemukan Pancasila. Saya menemukan saudara-saudara saya, Ummat Islam yang sangat bersahabat yang sangat terbuka, jadi hatur nuhun buat kebersamaan ini. Saya sangat senang dan bangga sekali bisa bersama-sama diberi kesempatan, Lima belas tahun mengabdi di Subang, Majalengka, Subang mengabdi. Saya tidak mungkin jadi DPR RI, Lima belas tahun tanpa do’a dan dukungan bapak/ibu sekalian. Jadi, jangan sampai saya dikatakan melupakan sejarah. Kalau Bung Karno mengajarkan Jas Merah, jangan pernah melupakan sejarah. Bayangkan, saya orang Indonesia, orang batak, agama Kristen, lima belas tahun mewakili Sumedang, Majalengka, Subang yang mayoritas beragama Islam dan Suku Sunda, betul-betul saya menemukan orang Islam yang baik,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu dia pun berharap, Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah menetapkan kawasan Butom (Buahdua, Ujungjaya dan Tomo) sebagai kawasan Industri dapat mengedukasi masyarakat.

“(Pemerintah) harus dapat mengedukasi masyarakat, jangan sampai tanah dijual, rakyat juga diedukasi untuk bisa menabung, bisa berusaha, sekolah. Bisa jadi ada yang menjadi manajer, menjadi direktur, ada juga yang jadi pengusaha. Ini saya berharap, itu yang bisa kita lakukan, sehingga pembangunan (Industri) itu rakyat di sini bukan hanya jadi penonton tapi juga bisa punya daya saing yang tinggi. Untuk pekerjaan-pekerjaan di level-level menengah ke atas, bisa rakyat-rakyat di Sumedang ini bisa hadir dan trampil. Saya pengen begitu,” ungkapnya. (FITRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close