KESEHATANPilihan Redaksi

Lama Listrik Padam, PMI Selamatkan Darah Pakai Kulkas

SUMEDANG.ONLINE, KOTA – Palang Merah Indonesia (PMI) Sumedang terpaksa menggunakan lemari pendingin kecil untuk menyelamatkan stock darah. Hal itu terjadi saat pemadaman listrik serentak yang berlangsung sejak pukul 11.48 pada Minggu, 4 Agustus 2019 hingga hampir pergantian hari.

Kepala Markas PMI Sumedang, Dedi Setiadi, membenarkan kejadian tersebut. Alasannya kata dia, pihaknya tidak bisa menggunakan genset kecik untuk arus listrik pada coolroom yang berkapasitas 3Pas atau sekira 8.000 Watt.

“Dengan pemadaman listrik ini bagi PMI yang terdampak adalah pengamanan stock darah. Karena coolroom yang kita gunakan itu menggunakan tiga pas, kurang lebih 8 ribu watt. Dan itu dengan genset biasa, tidak bisa dipakai. Jadi dengan sangat terpaksa untuk sementara kita amankan di lemari pendingin yang kecil, ya walaupun volumenya padat tapi ya untuk mengamankan persediaan darah itu terpaksa kami lakukan,” ungkap Dedi saat dihubungi Reporter Sumedang Online, Uya Suhaya di ruang kerjanya, Senin, 5 Agustus 2019.

Menurut Dedi, hal itu PMI lakukan agar sel darah tidak rusak akibat naiknya suhu ruangan. Saat pemadaman berlangsung suhu di coolroom sudah naik antara 7-22 derajat dan jika darah dibiarkan dalam suhu tersebut berisiko tinggi.

“Karena darah itu harus ada pada temperatur maksimum 7 derajat. Jadi kita simpan pada ruangan yang berpendingin antara 2 sampai 4 derajat. Makanya, kemarin kita gunakan lemari lemari kulkas yang ada, yang kecil, terpaksa kita gunakan itu,” tandasnya.

Pihak PMI berharap agar tidak ada lagi pemadaman listrik dalam jangka waktu lama. Karena selama ini pihaknya belum memiliki kapasitas genset yang besar.

“Harapan kami sekarang ini, karena memang PMI belum mampu untuk membeli alat genset yang memiliki kapasitas yang besar, diharapkan ya tidak ada pemadaman. Karena memang kita mengutamakan kebutuhan darah bagi masyarakat,” pungkas Dedi. [Uya Suhaya]

Tags

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker