PENDIDIKANPilihan Redaksi

Dibongkar PT Horison, Siswa SD Tenjonagara Numpang Kebelet di Kamar Mandi Warga

SUMEDANG.ONLINE — Banyak permasalahan yang timbul pasca pembongkaran yang dilakukan oknum kontraktor Bodong. Kasusnya sendiri sudah masuk ke ranah hokum. Selain inspektorat yang turun ke lapangan, kepolisian dan kejaksaan pun melakukan penelusuran atas kasus tersebut.

Sebanyak tujuh sekolah dasar kena imbas dari pembongkaran yang dilakukan PT Horison. Ketujuh sekolah itu yakni, SDN Baginda 1 dan 2, SDN Sukamanah, SDN Tenjonagara, SDN Manangga, SDN Pasarean Serta SDN Darangdan.

Khusus untuk SD Negeri Tenjonagara, masih dikatakan beruntung karena bangunan yang dibongkar hanya rumah Dinas Penjaga sekolah yang memang secara fisik tidak layak huni. Selain itu dari 4 lokal bangunan WC, kini hanya menyisakan satu bangunan yang bisa digunakan

Pembina UKS pada SD Negeri Tenjonagara Titi Sumarni berharap berharap ada bantuan dari orang tua siswa maupun warga sekitar untuk bisa membangun sementara untuk wc. Karena selama para siswa maupun guru masih menumpang di WC milik warga.

”Kami sangat dirugikan terutama bangunan WC yang menjadi rata, untuk itu kepada masyarakat terutama orangtua murid atau masyarakat sekitarnya diimbau untuk keikhlasannya untuk membantu pembangunan WC yang sederhana dan sementara. Karena WC ini sangat kami butuhkan sekali, terutama untuk anak didik kami,” ujar Titi pada reporter Sumedang Online, Iwan Rahmat Purnama di sekolahnya.

Sementara Ketua Komite SDN Negeri Tenjonagara di Lingkungan Lio Kelurahan Cipameungpeuk, Kusnaedi merasa geram atas dibongkarnya sekolah yang dilakukan oleh perusahaan bodong. Dan dia meminta kasus tersebut harus dituntaskan oleh pihak aparat penegak hukum.

“(Kami) merasa dirugikan, karena setelah dibongkar tidak ada jalan keluar, solusinya tidak ada. Nah begini, morat, marit jadinya,” ujar Kusnaedi.

Meski demikian dirinya berharap agar pemerintah segera dapat mengucurkan bantuan, minimal untuk saat ini untuk pembangunan WC. “Tahu-tahu begini saya juga ngga akan perintah dibongkar,” ungkapnya.

Disinggung saat pembongkaran berlangsung apakah dirinya mengetahui hal itu, dia mengaku mengetahuinya, bahkan dikatakan ada pekerja yang terjatuh. Namun, sampai saat ini pihaknya memang belum bertemu langsung dengan pihak konsultan. Dia berharap pihak yang melakukan pembongkaran untuk dapat bertanggungjawab atas perbutannya tersebut. (IWAN RAHMAT)

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker