KESEHATANPilihan Redaksi

BPOM Bakal Cek Jajanan Anak di Sekolah

SUMEDANG.ONLINE, JATINANGOR – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandung akan melakukan penelitian tingkat kehigenisan jajanan anak di sekolah. Setidaknya ada 10 sekolah dasar di Sumedang yang akan diambil sebagai pilot penelitian.

Sepuluh sekolah itu yakni, wilayah Sumedang Selatan meliputi SD IT As-Samadani, SDIT Insan Sejahtera, SDN Pakuwon 1 hingga SDN Sukaraja 1. Wilayah Sumedang Utara, hanya SDN Panyingkiran II saja. Wilayah Jatinangor meliputi, SD IT Imam Bukhari, SDN Cibeusi, SDN Cikeruh II, SDN Cipacing dan SDN Sayang.

Kepala Balai Besar BPOM Bandung, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, pihaknya banyak menemukan zat beracun pada makanan siap saji. Terlebih secara umum masih ditengarai oleh bahan berbahaya baik di sekolah, pasar, walaupun kecenderungannya sudah menurun.

”Seperti contoh kasus adalah zat Rodamin B di terasi jauh menurun, karena masyarakat sudah tidak mencari lagi terasi yang warna merah. Kalau dulu yang warnanya makin merah itu makin bagus padahal berbahaya, begitu pula dengan formalin sekarang sudah menurun penggunaannya. Akan tetapi kami khawatir ini bergeser ke sekolah-sekolah atau ke anak-anak yang belum mampu memilah produk pangan yang aman, makannya kami awali dengan tingkatan SD,” kata I Gusti pada wartawan, Senin (15/4).

Pihaknya pun akan melakukan edukasi terhadap para pedagang jajanan di sekolah-sekolah. Mereka akan diarahkan untuk menyajikan makanan sehat.

Menanggapi hal itu Sekretaris Daerah (Sekda), Herman Suryatman, menyambut baik langkah BPOM Bandung yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang. Menurutnya hal itu untuk mewujudkan kondisi pangan yang terjamin kesehatannya.

”Kalau kita cluster nanti, warna hijau berarti sehat, merah mengandung zat berbahaya sedangkan kuning itu. Berdasarkan potret itu, nanti akan kita kombinasikan antara pendekatan teknokratis berdasarkan analisis sesuai dengan pendekatan medis dan partisipasi masyarakat,” tuturnya.

Sebut dia, kegiatan itu sangat penting karena merupakan salah satu tantangan berat pembangunan bidang kesehatan dan pendidikan adalah memastikan pangan jajanan anak sekolah sehat. ”Sepertinya sederhana tapi apabila tidak kita antisipasi, dampaknya fatal, anak-anak kita akan mengkonsumsi makanan tidak sehat bahkan mengandung racun,” tandasnya. (Fitri)

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

Related Articles

error: Sertakan Links untuk Copas ya ...
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker