Home OLAHRAGA Pencak Silat Kemungkinan Masuk SEA Games Filipina

Pencak Silat Kemungkinan Masuk SEA Games Filipina

Editor: Pitriyani Gunawan Terbit:

JAKARTA – Rapat Federasi SEA Games (SEAGF) di Hotel Conrad, Manila, Filipina, 24-25 November, berujung manis untuk Indonesia. Beberapa cabang olahraga (tabor) yang berpotensi menjadi lumbung emas, dipastikan kembali dipertandingkan dalam SEA Games XXX/2019 Filipina.

Pertemuan ini memutuskan jika pesta olahraga se-Asia Tenggara itu menggelar 56 cabor dengan 529 nomor pertandingan. Angka ini mengalami perubahan dari rapat terdahulu, di mana SEAGF hanya mencantumkan 30 cabor. Pencak silat yang sebelumnya hilang, kembali masuk.

Selain itu, cabor andalan yang tak ada dalam SEA Games XXIX/2017 Kuala Lumpur seperti dayung (kano-kayak/perahu naga, rowing), turut dilombakan. Hal ini disambut baik Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora ) Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana.

Ia pun berharap jika peluang ini mampu dimaksimalkan. “Ini jelas merupakan angin segar untuk mendongkrak prestasi Indonesia di SEA Games. Kita tahu, cabang-cabang yang akhirnya dipertandingkan punya potensi memberi banyak emas,” ujar Mulyana kepada TopSkor seperti dilansir siaran pers Kemenpora, Senin (26/11).

Olahraga lain yang secara mengejutkan masuk daftar SEA Games 2019 adalah catur karena sudah lama tak dipertandingkan. Kali terakhir cabang ini diselenggarakan adalah SEA Games XX-VII/2013 Nay Pyi Taw. Adanya catur dan dayung memperbesar peluang medali Indonesia.

Dayung misalnya yang pada SEA Games XXVIII/2015 Singapura memberikan 13 emas, 10 emas, dan 10 perunggu. Rinciannya, rowing delapan emas, enam perak, empat perunggu; kano-kayak. tiga emas, empat perak, enam perunggu, dan perahu naga dengan dua emas.

Sedangkan untuk catur, pada SEA Games 2013 Indonesia mendapat lima emas, empat perak, dan tujuh perunggu. Sampai saat ini, kekuatan catur Merah-Putih masih disegani di Asia Tenggara. Mulyana pun menegaskan, Indonesia harus bisa memanfaatkan peluang tersebut.

Setelah ini. Pemerintah bersama pengurus cabor akan terus mengkaji, nomor pertandingan apa saja yang difokuskan menyumbangkan emas SEA Games. “Sampai sekarang kami belum tahu 529 itu nomor apa saja. Kalau sudah keluar, cabor harus menganalisa,” ucapnya.

Mulyana menambahkan, ini merupakan momentum prestasi bagi Indonesia. Untuk itu, atlet-atlet yang berpotensi emas pastinya akan dikirim ke Filipina. “Cabang olahraga yang dipertandingkan banyak, namun kami tentu tak akan ikut semua karena keterbatasan anggaran. Potensi medali emas menjadi acuan utama dalam penentuan atlet yang dikirim.

Bisa Berkurang

Meski sudah menetapan, namun jumlah 56 cabor belum final. SEAGF masih bisa mengurangi dengan jumlah minimal 51 sebab ada lima cabang kurash, e-sport, selancar, skateboard, dan jujitsu, yang masih harus menyerahkan formulir pengajuan yang dilengkapi dokumen dukungan dari federasi internasional atau Asia masing-masing.

Formulir tersebut ditunggu SEAGF hingga 7 Desember. Sedangkan, pengumuman cabor final dilakukan 15 Desember. “Kelima cabor ini bisa batal dipertandingkan di SEA Games jika tak memenuhi persyaratan,” ucap Direktur Sport Panitia SEA Games Filipina (PHISGOC), Abraham Tolentino.

Untuk Indonesia, Merah Putih tentu layak berharap skateboard jadi dipertandingkan. Sebab, olahraga ini sudah terbukti memiliki potensi emas. Pada Asian Games XVIII/2018 Jakarta-Palembang, Indonesia mendapat dua perak dan dua perunggu. Level persaingan di SEA Games pastinya berada di bawah Asian Games. [rls]

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.