Home FEATURE & OPINI Kopi Sumedang, Akankah jadi Primadona

Kopi Sumedang, Akankah jadi Primadona

Editor: Pitriyani Gunawan Terbit:

Oleh : Rauf Nuryama *)

Ada hal penting dari kegiatan para pegiat Kopi Sumedang yang melakukan kegiatan Pameran Kopi di SABUSU, Jatinangor Sumedang, yaitu dijadikannya 7 Oktober menjadi Hari Kopi Sumedang, oleh Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir.

Mengapa harus dijadikan hari Kopi? Penulis belum mendapatkan konfirmasi dari panitia. Namun demikian, penulis tidak keberatan dengan penetapan hari Kopi ini. Tentu ada harapan, bahwa Kopi harus menjadi Komoditi Sumedang ke depan. Selain Tahu, Hui Cilembu, Salak, dan banyak lagi, termasuk Kopi Sumedang.

Bahkan sebelumnya Wakil Bupati Sumedang menyampaikan keingingan agar Kopi Sumedang bisa Go Internasional. Mungkinkah? Tentu saja sangat mungkin. Asal keinginan ini di lanjutkan dengan perencanaan strategis, dan sinergitas para pelaku kopi, petani, pengusaha dan juga para penikmat kopi.

Cikopi, menurut survey menjadi kebutuhan kedua setelah air putih, tentunya menjadi modal awal yang baik bahwa kopi, Dijual. Artinya, bahwa kopi sudah tidak butuh promosi yang hebat, karena sudah dibutuhkan. Ini beda dengan menjual produl unggulan lain di Sumedang.

Namun PR untuk menjadikan Kopi Sumedang Go Internasional masih banyak. Butuh sentuhan ahli dan keterampilan untuk meningkatkan profesionalisme baik proses, packing, branding, strategi pemasaran, media pemasaran dan lain sebagainya.

Kerjasama Pentahelix, bail pengusaha, profesional, pemerintah, kalangan akademisi, Komunitas dan juga pers atau media sangat dibutuhkan dan tentu segera harus ada implementasi realnya agar Kopi Sumedang sesuai dengan keinginan bisa Go Internasional. Kalau cuma seremonial dari para pegiat, tidak akan berarti apa-apa.

Satu lagi yang menarik dengan ditetapkannya hari Kopi Sumedang, walaupun tentu hanya kebetulan, bahwa tanggal 7 oktober adalah Hari Pernikahan Penulis. Upss…!!!

*)Rauf Nuryama,
Sekretaris Jendral Forum UMKM Digital Kreatif Indonesia

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.