Home FEATURE & OPINI Pantaskan Diri, Saran untuk Bacaleg

Pantaskan Diri, Saran untuk Bacaleg

Editor: Pitriyani Gunawan Terbit:
93
0
Ilustrasi (Foto: jepara.go.id)
Kontestasi para Bacaleg dalam kompetisi di Pemilu Legislatif 2019 nanti, bisa jadi lebih ramai. Baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Siapakah yang layak di pilih? Akankah masyarakat kita terpengaruh oleh banyaknya caleg, atau sudah punya pilihan dari sekarang?

Beberapa orang menyampaikan ke saya, bahwa mereka akan memilih temannya saja, terlepas partai apa yang mengusungnya. Ada pula yang bilang, lihat dulu visi dan misinya, bahkan ada pula yang penting partainya. Calegnya siapa saja, gak masalah. Tapi tidak sedikit yang menyampaikan ke saya bahwa mereka belum memiliki informasi siapa saja calon nya, dan akan memilih siapa?

Rauf Nuryama, pemerhati masalah politik

Tentu. Setiap orang memiliki hak untuk memilih, atau di pilih. Tapi perlu di pahami oleh para bacaleg, bahwa mereka adalah masyarakat bebas. Bebas menentukan pilihan. Dan pilihan mereka Rahasia di Jamin oleh Undang-Undang. Di depan anda, mungkin anda disanjung, di ruang pencoblosan anda dibiarkan, tanpa di rusak karena kasihan.

Kasihan, jika anda menjadi Anggota legislatif nanti, karena anda bukan orang yang punya kapabilitas. Karena tekanan ekonomi dan gaya hidup jadi koruptif. Kasihan, karena bisa jadi anda bukan orang yang tepat untuk mewakili mereka di tempat yang terhormat tersebut.

Lalu apa yang harus dilalukan oleh bacaleg (nanti bacanya : CALEG)…? Agar menjadi pilihan mereka. Hal yang harus dilakukan adalah, Pantaskan diri Anda untuk berada dalam posisi tersebut

Setidaknya sebagai penjual saya sampaikan beberapa hal yang diminati oleh pembeli.

1. Pembeli, akan membeli barang yang dia butuhkan. Masyarakat pemilih adalah pembeli. Bacaleg adalah produk yang dijual. Bisa dijual oleh timses, atau anda menjual diri anda sendiri. Apa yang dibutuhkan pembeli dari Bacaleg, tentunya jika sesuai dengan manfaat ada anggota legislatif adalah wakil rakyat yang siap dan mampu serta mau memperjuangkan aspirasi masyarakat di wilayahnya.

2. Pembeli akan membeli produk yang memiliki harga yang tinggi, walaupun diskon nya gede. Dibandingkan harga yang murah tak dapat diskon. Analogi ini, pemilih akan memilih mereka yang memiliki kapabilitas, integritas, loyalitas, dan kepedulian yang tinggi, namon masih mau dan bergaul dengan masyarakat bawah, yang akan diperjuangkan nasibnya. Merendahkan diri, menaika mutu.

3. Pembeli akan membeli barang pada yang dekat. Dekat dengan calon, dekat dengan tim suksea calon, atau dekat secara emosi dan jarak. Karena jika faktor kedekatan ini, maka faktor idiologi akan di lupakan.

4. Pembeli akan menilai sendiri apalah mereka memang layak untuk diberikan amanah sebagai wakil rakyat, jika tidak, mereka akan mencari cara sendiri. Apalagi emak-emak.

5. Pembeli akan membeli karena faktor dr majikan, orang tua, atau sesepuh kampung tersebut. Karena pembeli diam, maka penjual yang harus aktif menjual ke calon pembeli.

6. Selain hal yang logis, terkadang ada hal yang superlogis. Pemilih, akan memilih caleg yang Cakep, Kasep, Cantik, apalagi kalau Pinter. Bahkan ada pemilih yang menentukan pilihannya karena kaya atau tidaknya bacaleg.

Tentunya saya tidak bisa meresume semua hal, namun pada intinya, sudah pantaskah anda dalam posisi sebagai bacaleg? Kalau sudah. Silakan kemas, sehingga mudah untuk di promosikan, dijual pada masa kampanye nanti. Hasil akhir menanti, Laku atau Tidak Jualan Anda. *

*) Rauf Nuryama, Pemerhati masalah Politik, tinggal di Sumedang.

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.