PENDIDIKANPilihan Redaksi

Jadi Pillot Project Kopi, SMK PPN Merasa Bernostalgia

[DESK] Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nastion, Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil hadir dalam acara Pilot Project SMK Jurusan Kopi di SMK PPN Tanjungsari.

Kepala SMK PPN Tanjungsari Cecep Sodikin mengaku senang sekolahnya bisa dijadikan lokasi projects SMK Jurusan Kopi di Indonesia. Dia menyebutkan dipilihnya SMK PPN Tanjungsari, seolah mengenang sekolah pertanian yang dahulu didirikan oleh Belanda untuk pembelajaran teh dan kopi.

“Bangga, karena telah dijadikan pillot projects kopi. SMK PPN berdiri 1914, dulunya merupakan pusat pembelajaran tentang teh dan kopi, dunia itu belajar kopi ke Indonesia khususnya di SMK PPN Tanjungsari,” kata Cecep.

“Jadi kalau SMK PPN dijadikan pillot projects, jadi bernostalgia dengan kopi. Mudah mudahan tidak hanya SMK PPN saja tapi bisa diikuti lainnya,” tambahnya.

Senada dikatakan, Rudi Salahuddin Deputi Pangan dan Pertanian pada Kemenko Perekonomian menyebutkan sesuai dengan hasil roadmap pengembangan Pokasi Kopi 2015, maka di tahun ini pihaknya mencoba merobah pendidikan pokasi.

“Salahsatu yang kami bangun adanya program studi baru, yang tren dengan anak muda sekarang. Kami melihat di smky PPN sudah ada PPN kopi sejak jaman belanda. Industri kopi terbesar ada di Preanger. Bibitnya dari gunung Malabar,” jelasnya.

Saat ini kata Rudi di SMK PPN Tanjungsari sudah ada dua kelas dengan 66 siswa. “Kurikulum itu terus berkembang. Kami ingin adanya kompetensi dari lulusannya. Ada 6 sertifikat kompetensi bagi mereka yang belajar di sini,” ungkapnya. (Fit)

Tags

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

Related Articles

Close