Home Pilihan Redaksi Ini Tiga Pesan Aa Gym Terkait Pilpres 2019

Ini Tiga Pesan Aa Gym Terkait Pilpres 2019

Reporter: Pitriyani Gunawan Editor: Redaksi Terbit:

SUMEDANG.ONLINE, MAPOLRES SUMEDANG [08-09-2018] - KH Abdullah Gymnastiar, memberikan tanggapan terkait pemilihan presiden 2019, yang akan datang. Dia berharap momentum ini dijadikan kesadaran semua pihak untuk mendidik generasi muda Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Dengan kesadaran kita mendidik generasi muda, jangan sampai kita mewariskan sebuah suasana contoh yang buruk. Menang tidak menang, itu mah urusan Allah. Tetapi niat lurus, ikhtiar lurus dan mewariskan contoh terbaik bagi anak bangsa, itulah kesuksesan. Makanya rileks sajalah jangan sampai mau ancur-ancuran seperti dengan musuh,” kata Abdulah Gymnastiar pada wartawan termasuk reporter Sumedang.Online usai sebuah acara di Mapolres Sumedang, hari ini (8/9/2018).

Disinggung terkait toleransi di Indonesia, menurut ustadz yang karib disapa Aa Gym itu, toleransi di Indonesia sudah sangat baik.

“Toleransi di Indonesia itu bagus, justru yang nggak bagus itu yang suka ngomporin, yang seakan-akan gawat. Tapi kan tidak gawat-gawat amat, kan Aa sehari harinya di bawah. Tetapi ada pihak yang memblow up seakan akan gawat,” ujarnya.

Aa Gym berharap momentum Pilpres justru dapat lebih menyatukan ukhuwah, sehingga dia menitip tiga pesan. Pertama, dia menyarankan agar semua pihak dapat menjaga akidah

“Jangan sampai menuhankan Pilpres, seakan-akan Pilpres ini segala-galanya. Seakan-akan kalau ini, bakal begitu. Kalau ini akan begini. Nggaklah, Allah yang menentukan. Jangan sampai menuhankan Pilpres atau Capres.”

“Yang kedua jaga akhlak, jangan sampai gara-gara Pilpres berantakan akhlak kita semua. Dan yang ke tiga jaga ukhuwah, baik ukhuwah Islamiah maupun wathoniah. Karena tidak mungkin bangsa ini bangkit dengan baik, kecuali dengan ukhuwah, dengan kebersamaan. Makanya mudah mudahan para kandidat itu, benar benar berlomba lomba memberikan statement statement yang bisa mendamaikan, juga para followernya ini, jangan membabi buta. Kalau sudah cinta itu seakan-akan, ini adalah malaikat, tidak punya kesalahan dan yang lawannya, setan. Tidak boleh begitu ya. Ini, kedua pasangan ini, manusia biasa yang punya kelebihan dan kekurangan. Nanti kalau berlebihan akan terjadi kerusakan,” jelasnya.

Dia pun berharap pada pihak yang menjadi ‘wasit’ dalam Pilpres dapat berlaku adil. “Harapan saya, yang menjadi wasit, menyadari pentingnya jadi wasit yang baik, adil. Dirasakan keadilannya, tidak berpihak ke kandidat, tetapi berpihak ke bangsa ini, sehingga ini proses demokrasi yang sangat membahagiakan,” tutupnya. (Fit)

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.