Home PENDIDIKAN IGI Sumedang Minta Pemerintah Perhatikan juga Tenaga Pendidik Honorer KII di Atas...

IGI Sumedang Minta Pemerintah Perhatikan juga Tenaga Pendidik Honorer KII di Atas 35 Tahun

Reporter: Iwan Rahmat Editor: Pitriyani Gunawan Terbit:
Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Sumedang, Ade Sugiana

SUMEDANG.ONLINE, SUMEDANG KOTA [09-09-2018] - Adanya rencana pemerintah untuk merekrut Calon Pegawan Negeri Sipil (CPNS) 2018 dari jalur formasi khusus, termasuk di dalamnya tenaga pendidik dan tenaga kesehatan eks tenaga honorer kategori II yang memenuhi persyaratan.

Sebagai informasi formasi khusus keenam dalam penerimaan CPNS tahun 2018 merupakan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari eks tenaga honorer kategori II (THK-II) yang memenuhi syarat.

Hal itu berdasarkan Permen PANRB No. 36/2018, THK-II itu, menurut Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA) Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmadja, harus terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan memenuhi persyaratan seperti ketentuan UU ASN, PP 48/2005 dan terakhir diubah menjadi PP No. 56/2012, UU No. 14/2005 bagi tenaga pendidik, dan UU No. 36/2014 bagi tenaga kesehatan.

Selain persyaratan tersebut, usia pelamar paling tinggi 35 tahun pada tanggal 1 Agustus 2018, dan masih aktif bekerja secara terus-menerus sampai saat ini.

Bagi tenaga pendidik, minimal berijazah S-1, dan untuk tenaga kesehatan, minimal harus berijazah Diploma III, yang diperoleh sebelum pelaksanaan seleksi THK-II pada tanggal 3 November 2013.

Menanggapi hal itu, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Sumedang, Ade Sugiana mempertanyakan ketentuan aturan tersebut terutama untuk tenaga pendidikan eks tenaga KII.

“Apakah tidak akan menjadi gejolak lagi? Apabila aturannya memang mutlak harus seperti itu. Karena banyak yang usianya lesbih dari 35 tahun yang sampai saat ini belum menjadi PNS. Bahkan mereka mengabdi sudah hampir 25 tahun lebih, apakah ada kriteria khusus atau semacam penghargaan bagi pengabdian mereka dari kesejahteraannya atau lainnya,” kata Ade Sugiana.

Menurutnya, jiga merujuk pada aturan baku tersebut dia berpikir akan banyak tenaga pendidikan eks kategori KII yang akan terelminasi. “Saya kira banyak yang tereliminasi, bahkan harapan yang sirna dan PHP yang mengakibatkan pelayanan dan kebutuhan darir sektor tenaga pendidik akan merosot dari kualitas pendidikan apalagi dengan kurikulum peningkatan dituntuntut lebih maksimal lagi,” ungkapnya

Menurutnya, karena bagaimanapun kebutuhan finansial saat ini sangatlah besar niscaya mungkin berdampak pada kinerja dan harapan dari para guru tersebut. Karena mereka telah mengabdi selama puluhan tahun, dan berharap mendapat perhatian dari pemerintah.

“Kami dari IGI oprof, menyampaikan aspirasi pada pemerintah mohon perhatikan senior-senior kami sebagai guru, yang kami banggakan pada kesempatan CPNS tahun ini. Semoga lebih memprioritaskan rekan rekan senior kami dalam pengabdiannya, terima kasih,” tutupnya. (iwan)

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.