Home KESEHATAN Sumedang Bebas Pasung, Jika Ada Segera Laporkan …

Sumedang Bebas Pasung, Jika Ada Segera Laporkan …

Editor: Pitriyani Gunawan Terbit:
125
0
SUMEDANG ONLINE, DINKES – Satu orang pasien dengan gangguan jiwa yang dikurung (dipasung) di Desa Tegalmanggung Kecamatan Cimanggung berhasil dibebaskan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang untuk selanjutnya di bawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua. Hal itu dikatakan Reny K Anton selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang. Dikatakan Reny kegiatan itu merupakan bagian dari Program Jawa Barat bebas pasung 2018, dan Sumedang bebas pasung.

“Selanjutnya pasien yang kita fasilitasi pada 31 Juli 2018 itu. Kita bawa ke RSJ Cisarua untuk nantinya rawat inap, untuk pengobatan sehingga sembuh,” kata Reny pada Sumedang Online, Kamis (2/8/2018).

Untuk proses penjemputan itu pihaknya bekerjasama dengan puskesmas Cimanggung dokter dan petugas program kesehatan jiwa kecamatan Cimanggung. Kemudian, setelah penjemputan pasien di Desa Tegalmanggung mereka bergerak ke pasien lainnya yang terindikasi pasien depresi yang mengurung juga di dalam rumah.

“Satu pasien yang kita kunjungi adalah pasien yang sedang dalam pengobatan penyakit jiwa, putus obat. Jadi kami, melakukan konseling kepada pasien ini, untuk selalu melakukan komunikasi dengan pihak puskesmas dan obatnya untuk dimakan terus, demi kesehatannya,” imbuhnya.

Reny K Anton selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang

Dikatakan Reny pihaknya juga melakukan kerja sama lintas sektoral dengan pihak kecamatan maupun dinas instansi terkait lainnya.

“Harapan kami dari Dinkes Sumedang, bahwa kami tidak hanya bisa berfikir untuk melakukan fasilitasi ini sampai pasien dirawat inap, kemudian pulang dengan keadaan sembuh, tetapi kami harus lebih berpikir ke depannya bahwa pasien ini setelah sembuh mau dikemanakan.”

“Mudah-mudahan ke depannya kabupaten Sumedang, pemdanya bisa memasilitasi satu katakanlah panti rehab, agar pasien pasien yang sudah sembuh ini, bisa direhabilitasi di sana bukan hanya dalam psikologisnya tapi juga dalam hendaknya dalam kegiatan di masyarakat. Misal dengan dinas tenaga kerja dengan memberikan satu pelatihan Khusus yang bisa diberikan kepada pasien khusus ini, sehingga nantinya mereka bisa kembali berkarya.”

“Apabila ada tetangga ataupun saudara saudari kita yang mengalami depresi atau orang dengan gangguan Jiwa, jangan dipasung ataupun dikurung, tetapi laporkan kepada kami. Hubungi fasilitas kesehatan yang ada di sekitar bapa dan ibu, khususnya puskesmas biar kami bisa memasilitasi agar kami bisa membantu agar pasien tersebut bisa disembuhkan dengan pengobatan,” tutupnya. *** IWAN

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.