Home BISNIS Kurangi Angka Pengangguran, Ini yang Dilakukan Disnakertrans Sumedang

Kurangi Angka Pengangguran, Ini yang Dilakukan Disnakertrans Sumedang

Editor: Iwan Rahmat Terbit:
101
0
SUMEDANG.ONLINE, RANCAMULYA – Sebanyak 144 orang turut serta mengikuti program pelatihan dalam rangka pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja masyarakat di Lingkungan DBHCHT PKPTK UPT Balai Pelatihan Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang di Gedung Serbaguna UPT Balai Pelatihan Kerja Sumedang, Rancamulya Kabupaten Sumedang, Senin (6/8/2018).

“Program pelatihan ini ditujukan untuk menghasilkan calon tenaga kerja yang potensial sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan dunia usaha, mampu membangun dirinya sendiri dan bisa berwirausaha sehingga bisa mengurangi angka pengangguran dan dituntut untuk menciptakan lapangan kerja baru,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang Dikdik Sadikin dalam sambutannya.

Sebagai informasi kegiatan itu sesuai surat keputusan keputusan Disnakertrans Sumedang Nomor 900/kep-122/DTKT/2018 Tanggal 06 Agustus 2018 Tentang Penyelenggaraan Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja, Kegiatan Pembinaan Kemampuan dan Keterampilan Kerja Masyarakat Dilingkungan Industri Tembakau Dan Penghasil Tembakau(DBHCHT) yaitu sub kejuruan mekanik sepeda motir, juru las snaw I, juru las snaw II, operator jahit, penata rias, operator forklift I, operaror forklift  II, pengolahan ikan, dan teknik finising. Kegiatan itu menurut Dikdik akan digelar hingga 12 September 2018 mendatang.

Penjabat Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto menyambut baik kegiatan tersebut. Dia berharap para peserta yang mengikuti pelatihan harus lebih terampil usai pelatihan dibanding dengan mereka yang belum pelatihan.

“Tentu harus beda, dengan mereka yang tidak mendapatkan pelatihan. Saya memberikan gambaran, di suatu Negara yang mapan, maju. Itu seharusnya pelaku usahanya itu dua persen dari penduduknya, jadi kalau penduduk Indonesia ini 250 juta, maka dua persennya itu harus jadi entrepreneur, pengusaha. Minimal dua persen, Indonesia sekarang baru 0,5 persen, itupun belum tercapai,” ujar Sumarwan.

Karena itu dia berharap setelah mengikuti pelatihan, para peserta menjadi calon pengusaha baru yang bisa menciptakan satu usaha yang bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan lingkungannya. ***

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.