Home BISNIS Gratis Jualan Selama 6 Bulan di Los Pasar Sumedang, Ini Syaratnya

Gratis Jualan Selama 6 Bulan di Los Pasar Sumedang, Ini Syaratnya

Editor: Iwan Rahmat Terbit:
188
0
SUMEDANG ONLINE – Pengembang Pasar Sumedang akan menggratiskan los pasar selama Enam Bulan ke para pedagang yang selama ini berjualan di sepanjang jalan Tampomas. Syaratnya menurut Direktur PT Bangun Jaya Allia, Lai Hook Melhan, mereka mau pindah ke bangunan baru di Pasar Sumedang.

“Ada sekitar 140 los yang akan digratiskan bagi para pedagang yang berada di sepanjang jalur tampomasyang akan pindah ke Pasar bangunan baru,” kata Lai Hook pada Sumedang Online.

Pernyataan ini sebut pria yang karib disapa Alay itu untuk menegaskan jika komitmen itu memang benar. “Selama ini di lapangan kan simpang siur. saya tegaskan enam bulan gratis,” ujarnya.

Hal itu sebut dia sebagai langkah pihaknya membantu pemerintah untuk menertibkan para pedagang.

“Ini sebagai bukti tanggung jawab pengembang bagi para pedagang yang selama ini ingin pindah, namun tidak mempunyai biaya,” sambungnya.

Sementara, pemerintah Kabupaten Sumedang saat ini berencana terus melakukan penataan di wilayah perkotaan salah satunya yakni menertibkan pedagang kaki lima.

“Ini sebagai solusi, bahwa kami juga memberikan keringanan. Karena selama ini kan banyak keluhan yang mau pindah itu karena tidak ada uang untuk DP atau bayar los, ” ungkapnya.

Sebelumnya, pihaknya juga mendengar informasi yang beredar di masyarakat bahwa pemerintah Kabupaten Sumedang akan membantu memfasilitasi kepindahan pedagang dan memberikan subsidi keringanan bagi pedagang.

“Saya juga dengar informasi itu, akan tetapi sampai saat ini kan belum terealisasi. Jadi kami ambil inisiatif saja, kami ambil langkah kebijakan yang saya rasa justru meringankan. Selama enam bulan mereka kan bisa menabung untuk selanjutnya, ” ungkapnya.

Alai mengatakan Para pedagang bisa bertanya, apa saja yang terkait pasar dari mulai cara pembelian kios dan lain-lain, kami akan sangat welcome dan melayani, karena intinya tujuan kami adalah membantu dan melayani warga pasar untuk mengembangkan usahanya.

Ia mengungkapkan, ditengah gempuran pasar modern, pasar tradisional harus diselamatkan, dan salah satunya deengan pembangunan pasar atau revitalisasi pasar ini. Padahal pasar tradisional juga masih memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki pasar modern. Diantaranya adalah masih adanya kontak sosial saat tawar menawar antara pedagang dan pembeli. Tidak seperti pasar modern yang memaksa konsumen untuk mematuhi harga yang sudah dipatok.

“Bagaimanapun juga pasar tradisional lebih menggambarkan denyut nadi perekonomian rakyat kebanyakan. Di sana, masih banyak orang yang menggantungkan hidupnya, dari mulai para pedagang kecil, kuli panggul, pedagang asongan, hingga tukang becak,” tutupnya. (ah/iwan)

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.