PENDIDIKANPilihan Redaksi

Unep Jamin di Sumedang Tak Ada Jual Beli Kursi

SUMEDANGONLINE, KOTA – Imbas dari adanya pembatasan sekolah hanya menerima 11 rombongan belajar (Rombel) dengan masing masing Rombel maksimal 32 siswa membuat kekhawatiran adanya praktik jual beli kursi. Namun hal itu dipastikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Unep Hidayat tidak terjadi di kabupaten Sumedang.

“Untuk masalah jual beli bangku saya sudah sampaikan dari awal, tidak ada di Sumedang. Kalau ada saya tindak kepala sekolahnya, terus terang. Siapa yang jual belikan bangku,” tegas Unep Hidayat.

Terkait zonasi, sebut dia di Sumedang tidak ada masalah justru hingga saat ini banyak sekolah yang mencari murid untuk memenuhi kuota. “Jadi permasalahan zonasi sebenarnya bisa diatasi karena memang di Sumedang ini ruang kelas banyak tersedia. Jadi titik zonasi di Sumedang itu paling yang 11 (SMP) itu, yang pavorite itu. Jatinangor 1,2, Tanjungsari 1,2. Sukasari nya masih pada kosong, dua kelas masih kosong. Siswanya yang justru terus menurun,” sebutnya.

Meski demikian untuk menjaga siswa di Sumedang tidak sekolah dirinya telah menginstuksikan agar sekolah melakukan penyisiaran hingga 24 Agustus mendatang. “Karena laporan di Dapodik itu tanggal 24 Agustus. Kepala sekolah ada kewajiban, karena kita ada wajib belajar 9 tahun, siapa pun anak itu tetap harus dijaring masuk sekolah. Itu kewajiban kita. Tidak ada lagi anak, karena alasan tidak ada biaya harus putus sekolah. Karena biaya di sini sudah jelas bahwa anak miskin atau kurang mampu kan ada KIP yang bisa untuk membiayai sekolah, untuk beli sepatu dan sebagainya,” tambahnya. *** IWAN

Tags

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker