Home Pilihan Redaksi Situs Benteng Baterai Ternyata Tak Hanya Ada di Sumedang

Situs Benteng Baterai Ternyata Tak Hanya Ada di Sumedang

Editor: Pitriyani Gunawan Terbit:
381
0
SUMEDANGONLINE, SUMEDANG KOTA – Pemerintah Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Selatan saat ini tengah melakukan penggalian situs, yang kuat dugaan merupakan peninggalan Belanda, dan masih ada kaitannya dengan situs Palasari dan Gunung Kunci.

“Kalau dilihat struktur kemungkinan itu benteng ini peninggalan Belanda. Tapi kita belum bisa menyimpulkan secara pasti karena memerlukan ahli untuk menelitinya,” ujar Kepala Desa Mekarjaya, Dudung Suryana pada wartawan.

Masyarakat menamakan situs yang berada di Tanah Kas Desa (TKD) Mekarjaya di Blok Pengaduan Hayam diberinama situs Baterai (Batere/Baterai/Senter). Menurut Dudung, sebenarnya penemuan situs telah lama diketahui warganya namun belum sempat digali karena terkendala biaya.

Dinamakan situs Baterai, karena dari puncak dengan ketinggian lebih kurang 700 meter di atas permukaan laut, jika cuaca cerah dapat memandang hamparan Sumedang, Kadipaten bahkan Indramayu.

Posisi tinggi itulah yang mendorong Pemerintahan Desa Mekarjaya melakukan eksplorasi. Bahkan mereka berkeinginan untuk memanfaatkan situs tersebut tak hanya untuk bercocok tanam, tapi juga wisata. Seperti digunakan untuk olahraga dirgantara Paralayang dan Gantole, ataupun untuk offroad dan Bumi Perkemahan.

Warga Desa Mekarjaya saat melakukan penggalian.

Niat untuk mengeksplorasi situs sejak 2004 silam. Mereka berharap situs yang berada di TKD Mekarjaya dengan luas 30 hektar itu bisa memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar. “Sebenarnya penemuan situs ini, sudah lama,” imbuhnya.

Menurut analisanya, situs tersebut sudah tertimbun tanah hingga kedalaman lebih dari 10-20 meter. Sementara bangunan yang muncul yang saat ini masih dalam proses penggalian, merupakan bagian dari puncak benteng itu sendiri.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melalui Bidang Kebudayaan dan Muskala, Cece Saepudin, membenarkan berkait adanya penemuan situs baterai yang berada di Desa Mekarjaya. Pihaknya pun sudah melakukan kunjungan ke lokasi. Dan melaporkan adanya situs baru ke BPNB (Balai Pelestarian Nilai Budaya) Jawa Barat, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut.

Cece pun menduga, situs Benteng Baterai ada kaintan dengan situs Gunung Kunci, Palasari dan Gunung Gadung. Tapi dirinya belum berani bisa menyimpulkan jika situs itu memang benar ada kaitan atau tidak. ”Karena yang menentukan apakah ada kaitan itu, nanti dari BPNB (Balai Pelestarian Nilai Budaya) yang akan memberi keterangan, apakah bangunan itu betul-betul satu situs yang sangat berhubungan dengan keadaan situs-situs di kabupaten Sumedang,” ujar Cece.

Penulusuran Sumedang Online, ternyata nama Situs Baterai tak hanya ada di Kabupaten Sumedang saja. Bahkan situs yang satu ini sudah masuk ke dalam portal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan. Situs yang dimaksud itu, bernama Kompleks Benteng Baterai B berada di Pulau Sabang Kecamatan Suka Karya Desa Aneuk Laot, Kota Sabang Provinsi Aceh.

Situs Kompleks Benteng Baterai B berada di Pulau Sabang Kecamatan Suka Karya Desa Aneuk Laot, Kota Sabang. FOTO: kemdikbud.go.id

Dilansir dari laman resmi Kemendikbud itu, secara astronomis situs tersebut berada pada koordinat N 05° 52’ 33, 1” dan E 95° 19’ 15,7”, pada ketinggian kurang lebih 50 meter dari permukaan laut. Untuk mencapainya dapat menempuh  lebih kurang 5,5 kilometer dari pusata kota Sabang yang dapat dijangkau dengan kenderaan roda empat dan masuk kedalam ke arah barat daya sekitar  225 meter dari jalan raya.

Namun luas wilayahnya lebih kecil dari yang ada di Kabupaten Sumedang, hanya seluas 0,582 hektar dengan. dataran tinggi yang berbatasan langsung dengan jurang terjal pada kemiringan sekitar 80°, dan  situs ini berhadapan langsung dengan garis pantai Teluk Krueng Raya yang berada di sisi Utara.

Beberapa bangunan peninggalan kolonial Jepang yang berada di situs ini didirikan mengikuti bentuk topografi lahan di dataran yang relatif lebih tinggi dibanding dengan dataran di sekitarnya.

Ada beberapa kesamaan dengan Situs Benteng Baterai yang ada di Sumedang. Disebutkan dalam laman itu, benteng Baterai B merupakan beton cor bertulang untuk kebutuhan pertahanan dan perlindungan militer.

Namun karena belum tergali seluruhnya, belum dapat disimpulkan apakah situs Baterai yang ada di Sumedang ini sama dengan yang di Kota Sabang.

Jika yang di kota Sabang bangunan benteng Baterai diartikan sebagai benteng pertahanan dari kesatuan yang terdiri atas beberapa meriam berat beserta pasukan yang mengoperasionalkannya. Bangunan benteng terdiri dari dua buah ruang tertutup yang sebagian strukturnya terkesan tertutup tanah dan hanya memperlihatkan fasad bangunan.

Hubungan antara bagian dalam dan luar bangunan hanya dilayani oleh satu pintu masuk. Secara sepintas, bentuk benteng hanya menampakkan fasad bangunan yang menghadap ke arah timur dan dilengkapi dengan sebuah pintu masuk dan tiga jendela.

Pada bagian depan benteng terdapat pekarangan berbentuk seperti lingkaran yang dibatasi oleh turap. Keseluruhan bangunan seolah dibangun di dalam dinding bukit dan memanfaatkan topografi lahan yang ada. Bangunan juga terlihat berada di atas permukaan tanah yang lebih rendah bila dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya.

Benteng Baterai B yang berada di Sabang ini, berukuran 9,58 m x 7,2 m yang membujur dari arah Selatan ke arah Utara. Pintu masuk berukuran 1,85 m x 0,9 m yang pada sisi kiri dan kanannya masing-masing terdapat sebuah bukaan yang berbentuk seperti pintu berukuran 1,85 m x 0,66 m.

Selain itu juga terdapat sebuah lubang jendela yang berada di sisi utara dinding benteng berukuran 1,32 meter x 0,85 m. Bagian depan bangunan ini menunjukkan dinding yang memiliki ketebalan 1,10 m. Pada bagian atas fasad bangunan terdapat profil berbentuk pelipit dan sisi genta sebagai batas atas fasad bangunan. *** TIM REDAKSI

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.