FEATURE & OPINIPilihan Redaksi

Politisi Santun, akankah jadi pilihan?

Oleh: Rauf Nuryama*

TAHUN 2018, pilkada serentak sudah kita lewati. Tinggal menunggu pelantikan baik Bupati maupun Gubernur terpilih dan sudah ditetapkan oleh KPU. Namun hajatan Demokrasi berikutnya masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi penyelenggaran Pemilihan Umum, baik KPU, Panwas maupun Bawaslu. Pesta Demokrasi berikutnya tahun 2019.

 

Sebagaimana Pilkada, Pileg pun pasti membutuhkan energi dan stamina yang cukup. Partai yang kemarin bersama, berjuang dalam meperebutkan kursi Bupati dan Gubernur, nanti akan menjadi lawan untuk memperebutkan kursi di legislatif. Rasanya lelah belum berhenti, kini partai politik marathon mempersiapkan bacalegnya untuk “berperang” di tahun 2019. Bukan hanya DPRD kabupaten/kota dan Propinsi, juga DPR RI dan DPD RI. Plus Pemilihan Presiden.

 

Namun siapa yang bisa menjadi pilihan warga menurut anda? Berkaca dari pengalaman pilkada 2018 yang cukup panas, persaingan sangat kentara di dunia nyata maupun dunia maya. Hoax dan negative campaign berseliweran tak kunjung berhenti, bahkan pasca pilkada masih juga banyak hoax bergentayangan.

 

Hoax, pasti di produksi untuk menjatuhkan lawan, atau untuk membangun image tertentu agar orang tersebut dan tim nya mendapatkan keuntungan. Baik secara materi maupun promosi. Namun seberapa hebatnya pun berita palsu, jika Tuhan tidak menghendaki, dia tidak akan berhasil. Karena keberhasilan sebuah pilkada kemarin merupakan perpaduan perjuangan semua pihak dan doa banyak pihak.

 

Oleh karena itu, berkaca dari pengalaman ini, para bacaleg diharapkan bisa menjadi anggota legislatif terpilih dengan mengedepankan hal-h sebagai berikut:

 

  1. Bangun citra atau image positive, dan berusaha jujur akan diri sendiri sesuai dengan yang di citrakan. Karena yang dicitrakan itu yang akan dijual. Sehingga pada akhirnya pembeli mau memilih atau tidak.

 

  1. Buka ruang untuk komunikasi dengan calon pemilih. Karena sesungguhnya anda para bacaleg sekarang yang membutuhkan rakyat, butuh suara rakyat, butuh suara yang akan membuat anda duduk di kursi wakil rakyat. Apakah anda yang akan mendapatkan hati di masyarakat atau justru lawan anda. Ruang ini, dipergunakan untuk menjadi jembatan penghubung ketika anda memang bisa mewakili aspirasi masyarakat. Karena seyogyanya masyarakatlah yang memberikan kepercayaan, bukan dibalik kepercayaan yang diberikan atas dasar jualan anda.

 

  1. Pastikan anda dikenal oleh masyarakat di Dapil anda sendiri. Anda harus menjadi orang yang terkenal dan dikenal, istilah politis anda harus populer. apakah anda populer karena: Kepintarannya, Kemapanannya, Kebijakannya, Perjuangan selama ini, Kedermawanannya, Sikapnya, Kepeduliannya, Keharmonisaan rumah tangganya, Ketampanan dan kecantikan, kebaikan atau kebalikannya.

 

  1. Jangan pernah berharap semua orang akan memilih anda, karena pilihannya banyak corak dan warna juga nama. Berharaplah agar mendapatkan kepercayan lebih banyak dibandingkan bacaleg lainnya. Jangan salah berdoa, juga jangan salah dalam melangkah.

 

  1. Jika anda memiliki relawan, dan tim sukses. Pastikan relawan dan tim suksesnya harus di bina. Harus dimanusiakan, mereka adalah tim sales anda. Jika anda adalah barang, mereka harus tahu produk yg akan dijualnya, bahannya apa, manfaatnya apa, aehingga pantas atau tidak untuk dijual agar ada orang yang layak beli.

 

  1. Tips terakhir, dalam ilmu penjualan dikenal dengan istilah AIDAS, Attention Interest Desire Action and Satisfaction. Step ini harus dilewati dan dilalui…

 

Terlepas dari semuanya di atas, masyarakat yang akan memilih pasti punya kemauan. Apalah calon pilihannya adalah bagian dari pelaku yang mau melakukan perubahan untuk daerahnya, atau akan mengerogoti penguasanya. Jika ini disadari, maka masyarakat kebanyakan tentu aka memilih yg bisa membantu eksekutifnya, maka jadilah anda memjadi bacaleg yang pro dengan eksekutifnya. Agar perubahan untuk daerah anda lebih kentara nyatanya. Jika tidak, maka masyarakat harus menunggu sampai anda dan tim anda memiliki kekuasaan, yang entah kapan.

 

So, jadilah politisi santun. Jangan sebar hoax, tidak melalukan sesuatu dengan ketidakjujuran, mari bangun negeri dengan baik, cara yang baik, agar pemilih mendapatkan wakil yang baik, untuk kebaikan semuanya. Kalau sudah santun tetap tidak terpilih, mari khusnudzon saja… Mungkin ada yang lebih santun dari anda, atau anda sudah disiapkan posisi lain oleh yang maha kuasa, untuk hidup lebih baik. **

 

 

*) Rauf Nuryama adalah pemerhati masalah politik tanah air, penulis di kompasiana sejak tahun 2013.

Tags

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker