FEATURE & OPINIPilihan Redaksi

Politictainment Akankah Memiliki Efek di Sumedang?

Oleh: Rauf Nuryama*

POLITICTAINMENT, adalah istiliah yang mungkin belum popular. Perpaduan antara politik dan juga entertainment atau perpaduan antara politik dan hiburan. Para politisi ada yang berprofesi sebagai artis kemudian mengadu nasib jadi bacaleg. Beberapa artia memang sudah sukses menjadj anggota legislatif, sebutlah Anang Hermansyah, Lukman Hakim, Jamal Mirdad, dan lainnya.

Kebanyakan dari mereka adalab bacaleg untuk DPR RI. Lalu adakah untuk Bacaleg DPRD Propinai atau Kabupaten/Kota? Sayangnya penulis kekurangan informasi. Namun bukan itu makaud tulisan ini. Terlepas dari mereka sebagai pesohor, apalah mereka memiliki kemampuan untuk menjadi politikus?

Sebelum terjun menjadi bacaleg, sebaiknya kiya pahami dulu, tugas, fungsi, tanggungjawab sebagai anggota dewan. Sesuai dengan Undang-undang, tugas Anggota Legislatif adalah sebagai Pembuat Undang-undang, kalaj di daerah berbentuk Perda bersama2 dengan eksekutif baik presiden, gubernur maupun Bupati atau Walikota.

Kedua, budgeting atau anggaran. Dewan bersama dengan eksekutif mengatur anggaran baik APBN maupun APBD.

Ketiga, pengawasan jalannya pemerintahan. Dewan harus menjadi alat bagi rakyat untuk melakukan fungsi controling.

Jika ketiga hal ini dipahami, bacaleg biasanya juga harus bisa berbicara. Kudu bisa ngomong. Menyambung aspirasi dan menyampaikan aspirasi masyarakat. Mereka berlatih saat ini bagaimana “menjual” diri kepada masyarakat.

BACA JUGA  GUNEM CATUR: “Opat Pasagi Kalima Pancer”

Bacaleg yang sulit berkomunikasi, akan sulit mendapatkan simpati. Komunikasi dalam artian sempit harus bersilaturahmi, sedangkan dalam pengertian lainnya komunikasi adalah perpaduan tiga hal yang sangat penting. Yakni bodylanguage, intonasi dan konten.

Bacaleg yang suka tersenyum, pasti akan lebih banyak disukai. Senyum adalah bagian dari bodylanguage.

Bacaleg yang kalau ngomong intonasinya enak, tinggi rendah dalam ngomongnya, tahu kapan klimaks dalam berbicara, bisa joke, tentu akan lebih banyak disukai.

Bacaleg yang kalau ngomong, runtut, teratur, bicaranya jelas dan terarah. Ini yang disebut konten. Penting, walaupun tidak mutlak.

Rata-rata artis memahami bagaimana bodylanguage, intonasi kalau ngomong, dan tentunya belajar ngomong lebih teratur, tentu menjadi nilai lebih. Belum lagi, artis rata-rata cantik dan ganteng. Mereka lebih menarik, dibandingkan caleg yang bukan artis.

BACA JUGA  Mahasiswa Pascasarjana UPI Asal Sumedang Turut Pendidikan ABN Partai Nasdem

Namun….

Apakah di daerah, mereka bisa bergaul dengan masyarakat? Akankah mereka bisa meraih hati para pemilih? Jika ya bisa… Habislah riwayat kaum Bacaleg non-artis. Kabar gembiranya bagi yang non-artis, ternyata hampir setia artis yang jadi Bacaleg, tidak semuanya memiliki ilmu politik juga kurangnya memahami ilmu komunikasi, mereka hanya mengandalkan ketenaran saja.

Jadi, akankah para politictainment berhasil meredam politikus dan bacaleg lainnya? Kita lihat episode berikutnya.

Anda, bacaleg, tidak usah dihiraukan tulisan ini. Kecuali anda ingin gagal. Kalau ingin berhasil, segera ambil telp, dan WA penulis untuk kursus kepribadian dan komunikasi. Dengan penulis? Upps jangan. Saya juga masih belajar. Kecuali belajar bersama… Hehehe

*Rauf Nuryama adalah pemerhati masalah politik. Tinggal di Sumedang.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close