KABAR HAJIPilihan Redaksi

Mau Haji Bawa Pecel dan Cobek, Akhirnya Kena Sita PPIH

ADA-ADA saja ulah calon jamaah haji Indonesia. Saat akan ibadah haji ada di antaranya yang membawa sambel pecel dan cobeknya. Hal hasil barang bawaan itu pun disita Petugas Penyelengaraan Ibadah Haji (PPIH) dan pihak Imigrasi.

Kejadian ini terjadi saat petugas melakukan pemeriksaan ketat terhadap tas dan barang bawaan calon jemaah haji (CJH) yang akan diberangkatkan ke tanah suci di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Walhasil, sejumlah barang bawaan calon jemaah haji disita petugas mulai dari batu kerikil, pisau, tang, makanan yang mudah menyebar bakteri seperti sambel pecel dan cobek, powerbank, krim, parfum gas tabung, kecap, madu, pasta gigi dan produk tertentu lainnya.

Dikutif dari laman resmi kementerian agama, menurut Dimas Abror, PPIH yang bertugas di pintu X Ray Asrama Haji Sukolilo, produk cairan seperti krim, pasta gigi, jemaah tidak boleh membawa lebih dari batas maksimum yakni 100 ml. ”Kebanyakan barang di sita berupa krim pelembab, gel, pasta gigi, kecap, minyak goreng dan cairan lain yang isi kemasannya di atas 100 ml atau mg. Sedangkan barang-barang berbahaya lainnya berupa parfum tabung yang mudah meledak, pisau, tang dan gunting,” kata  Dimas.

“Termasuk benda yang mengandung magnet, buah atau benda berbau menyengat (durian, trasi dll), dan juga tidak perlu membawa beras dan alat-alat masak karena peraturan maktab haji sekarang dilarang untuk memasak dalam hotel pemodokan,” sambungnya.

Abror menambahkan, tujuan pemeriksaan ini untuk membatasi produk cairan dan makanan yang akan dibawa penumpang pesawat pada bagasi kabin penerbangan internasional. Semua wadah barang produk di bawah 100 ml juga harus masuk ke dalam sebuah kantung plastik transparan yang dapat ditutup.

“Kalau makanan seperti sambel pecel dilarang karena mengandung bakteri yang sewaktu waktu dapat mengangu kesehatan jemaah lainnya. Untuk powerbank yang diperbolehkan dibawa jemaah hnya di bawah 25 ribu mAh,” ujarnya.

Humas PPIH Embarkasi Surabaya Isnawati menyatakan barang-barang yang disita petugas berasal dari puluhan jemaah haji kloter 1 asal Situbondo dan kloter 2 asal Bondowoso.

“Jauh hari kami sudah sosialisasi agar jemaah haji tidak membawa barang-barang yang memang tidak dibenarkan untuk dibawa ke Arab Saudi. Namun sebagian jemaah tidak mengindahkan imbauan tersebut,” ujar Isnawati di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. ***FITRI

Tags

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker