Home Politik Kampanye Eka-Agung. Jumhur Soroti Tenaga Kerja Asing di Indonesia

Kampanye Eka-Agung. Jumhur Soroti Tenaga Kerja Asing di Indonesia

Editor: Pitriyani Gunawan Terbit:

SUMEDANGONLINE, Cimalaka: Juru kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati Sumedang nomor 5, Jumhur Hidayat dalam orasi politiknya menyoroti terkait maraknya tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia termasuk di Mega Proyek Jatigede Sumedang.
Dikatakan Jumhur, imbas banyaknya TKA ke Indonesia itu, peluang lapangan pekerjaan bagi warga Indonesia makin sempit.

“Saat ini negara kita sedang dilanda oleh tenaga kerja asing yang begitu banyak masuk ke Indonesia, maka pasangan calon nomor lima akan menolak karena tenaga Indonesia banyak yang menganggur,” kata Jumhur dihadapan massa di lapang Citimun, Cimalaka Sumedang.

“Saya orang asli Situraja Sumedang, tapi saya berpuluh puluh tahun di Jakarta, tingkat Nasional bahkan Internasional. Saya sedang mengamati bahwa Indonesia sekarang itu sedang di kepung oleh kekuatan kekuatan asing untuk di kuasai kekayaan kekayaan kita. Orang datang dengan alasan investasi masuk ke Indonesia, menjadi pekerja di Indonesia. Kemudian Indonesia juga dikepung oleh kekuatan kekuatan yang hidup secara bertahap dan sungguh sungguh menihilkan agama yang dianut oleh masyarakat mayoritas. Ada upaya upaya untuk menyingkirkan Islam dari kehidupan politik dari kehidupan kesehariam kita, untuk dijadikan masyarakat tidak peduli terhadap agama. Gerakan ini nyata, bahkan ada kekuatan besar yang ada di negara ini juga yang seolah olah membackup mendukung gerakan ini. Karena itu, saya ingin mengatakan bahwa karena kita menghadapi kekuatan besar maka kekuasaan kekuasaan kecil yang ada di Kabupaten dimana pun di Indonesia kalau bisa melakukan perlawanan terhadap upaya upaya itu, maka lawanlah dan saya menyatakan bahwa pasangan mantaps ini akan melawan segala bentuk upaya untuk menjadikan negara Indonesia menjadi negara koloni baru bagi kekuatan asing. Harus diingat, dari pantai timur Sumatra sampai selatan kalimantan, pantai utara Jawa sampai terus ke Indonesia Timur secara bertahap ada kantong kantong orang asing. Bahkan kemarin, di Bogor. Ada kantong masyarakat penduduk orang asing di situ. Maka, kebijakan kebijakan walaupun bersifat Nasional tapi merugikan masyarakat maka akan di lawan,” ujar Jumhur.

Karena itu dia berpesan agar pasangan Eka Setiawan-Agung Anugrah agar tidak memberikan peluang pada kekuatan asing untuk masuk ke Sumedang.

Senada dikatakan Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) Jawa Barat Ustadz Abdul Kohar. Karena itu dia mengajak masyarakat Sumedang agar merapatkan barisan agar mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Sumedang Eka Setiawan-Agung Anugrah. * IWAN

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.