Home FEATURE & OPINI Apa yang dicari dari Reuni

Apa yang dicari dari Reuni

Editor: Pitriyani Gunawan Terbit:

Oleh Rauf Nuryama

Re-uni, sebuah kata yang kini akan sering terdengar pasca lebaran. Re artinya kembali, uni artinya perkumpulan atau berkumpul kembali. Ketika teman-teman kuliah, berkumpul kembali, teman sma, smp, sd berkumpul kembali, itulah Reuni.

Namun apa lacur yg di dapat dari re-uni, sebuah contoh yang di gagas dan dilakukan oleh anak-anak SMPN Tarikolot, Jatinunggal Sumedanglulusan tajun 1989. Reuni, bukan untuk berkumpul, pamer harta dan jabatan serta kesuksesan atau hanya mengenang masa lalu. Tapi juga bisa berkumpul dengan guru dan saling membantu anak yatim piatu anaknya teman yang sudah menghadap pencipta lebih dulu.

Doa yang dipanjatkan, alunan lagu hymne guru yang di nyanyikan, diringi isak tangis panitia dan peserta bahkan tidak sedikit guru yang meneteskan air mata.

Dimata seorang guru, kesuksesan anak didiknya adalah lebih membahagiakan dibandingkan dengan oleh-oleh yang diterima. Seperti kata Ence Supardi, Guru Matematika yang kini sudah pensiun. “Bapak Sangat Bangga, apa yang sudah anak2 bapak lakukan hari ini. Sudah banyak yang sukses sebagai Pegawai Negeri, Pengusaha, ataupun dalam bidang lainnya. Namun juga Bapak tetap bangga dengan kalian yg belum sukses, karean tugas kita adalah berproses. Hasil akhir, Tuhan yang menentukan” kata Ence pada sambutannya.

Di tempat yang sama, Iyep atau Asep Ridwan (eks Ketua Osis) menyampaikan bahwa Reuni adalah moment dimana kita berkumpul terlepas dari beban dan jabatan harta atau apapun. Ini adalah kita yg 29 tahun yang lalu. Kata Iyep, berawal dari pembuatan group WA yang digagas oleh Kang Rauf dan Teh Ai, ternyata kita bisa saling menemukan satu sama lain. Sampai akhirnya kita bersilaturhami dan membentuk panitia reuni dengan Ketua Kang Ase Darsono.

Ase Darsono mengucapkan terima kasih kepada guru, rekan sekolah dan juga atas kehadiran para anak yatim dari rekan seangkatan. Mereka adalah anak kita. Mari kita membantu membesarkannya. Kalau hari ini hanya sekedar bingkisan, semoga nanti kita bisa membantu lebih baik lagi.

Ai Teti sendiri yang kini menjadi pengusaha dan pengelola pendidikan di Tasikmalaya, menyampaikan bahwa rasa cape dan stress kini terobati dengan pertemuan ini. “Jujur, saya sangat terharu. Gembira, bisa bertemu dan mengucapkan terima kasih. Kalau bukan mereka yang sabar memberikan pendidikan dasar, mungkin kita tidak jadi seperti sekarang ini.” terang Ai.

Sedangkan Rauf yang juga menjadi Wakil Ketua Panitia, menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada panitia yang sudah bekerja keras sehingga terlaksananya kegiatan ini. “Semoga doa dari Guru Kita, Bapak H Udin Wahyudin, next Reuni kita lakukan di Padang Arafah. Aamiin” pungkas Rauf. *

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.