Pilihan RedaksiSUMEDANG

Bahaya PKI Jadi Tema Workshop FKUB

SUMEDANGONLINE: Sekretaris Daerah H. Zaenal Alimin menjadi salah satu narasumber workshop yang digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumedang. Workshop yang bertemakan “Penanggulangan Bahaya Paham Komunis Gaya Baru dalam menciptakan Kerukunan dan Kedamaian Umat Beragama di Kabupaten Sumedang” tersebut berlangsung di Rumah Makan Ponyo Ciherang, Sumedang Selatan, Kamis (8/9).

Selain Sekda, hadir pula sebagai narasumber, Kepala Kantor Kementerian Agama Sumedang H. Hasen, Ketua FKUB Kabupaten Sumedang K. H. Syamsul Falah, Danramil Jatinangor Kapten Inf. Rudi Prasetyo, dan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Rohayah Atang. Sedangkan peserta workshop adalah pengurus FKUB Kabupaten sumedang, perwakilan penyuluh agama, Ormas Islam, guru mata pelajaran PPKN, dan pengasuh Pondok Pesantren.

Adapun materi yang disampaikan meliputi Strategi Penanggulangan Bahaya Paham Komunisme di Indonesia dalam Bingkai NKRI, Pencegahan Bahaya Komunis di Indonesia menuju Kerukunan dan Kedamaian Umat Beragama di Kabupaten Sumedang, dan Peran Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam Mengatasi Bahaya Paham Komunis menuju Kerukunan dan Kedamaian Umat Beragama.

Dalam paparan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah H. Zaenal Alimin disebutkan, tumbuhnya kembali paham Komunis disebabkan adanya sebagian masyarakat Indonesia yang telah kehilangan orientasi terhadap ideologi Pancasila sehingga memunculkan keinginan untuk mencari ideologi alternatif seperti Komunisme. “Tidak adanya lembaga khusus yang menangani pemasyarakatan ideologi Pancasila dan rapuhnya semangat wawasan kebangsaan turut memunculkan komunitas masyarakat yang rentan terhadap paham komunis,” ujarnya.

Masih menurut Sekda, komunisme merupakan bahaya laten bagi kehidupan dan kelangsungan NKRI sehingga harus diperangi. “Karena menyangkut ideologi, perang melawan komunisme tidak hanya dilakukan dengan pendekatan kekuatan tetapi lebih kepada pendekatan sosial kebudayaan termasuk pendidikan,” ucapnya.

Sekda juga menyayangkan dihilangkannya Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dalam kurikulum pendidikan nasional yang menurutnya sangat ampuh dalam menangkal paham-paham berbahaya di kalangan pelajar, termasuk paham komunis. “Dahulu para pelajar ketika awal masuk sekolah mendapat materi P4. Mereka ditanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa. Namun euforia reformasi yang anti Orde Baru menyebabkan turut dihilangkannya P4 ini,” ucapnya.

Minimnya pelajaran sejarah di sekolah-sekolah mengenai bahaya dan kejahatan PKI juga turut mengendurkan semangat berperang terhadap komunisme. “Pendiri negara ini mengatakan jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Namun inilah yang terjadi. Sejarah tentang bahaya paham komunis sepertinya tidak begitu diketahui oleh anak-anak kita,” tuturnya.
.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Rohayah Atang menyampaikan, dasar hukum pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah Ketetapan MPRS No. XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI yang dinyatakan berlaku atas Ketetapan MPR No. V/MPR/1973 dan Ketetapan MPR No. I/MPR/1973. “Kebijakan tersebut dikuatkan dengan UU No. 27 Tahun 1999 tentang perubahan Kitab UU Hukum Pidana yang Berkaitan dengan Kejahatan terhadap Keamanan Negara,” katanya.

Dikatakan, upaya pencegahan dini untuk menangkal tumbuhnya PKI diantaranya adalah dengan penguatan kesadaran dan kewaspadaan terhadap bahaya komunisme dan PKI melalui forum warga, ronda bersama, dan laporan kepada aparat keamanan atas ditemukannya hal-hal yang mencurigakan tentang paham komunis. “Masyarakat harus peduli terhadap kondisi lingkungan sekitarnya dan membangun kewaspadaan dini sebagai bagian penting bagi keamanan negara. Program wajib lapor bagi tamu melebihi 24 jam sepertinya perlu digalakan kembali,” ucapnya.

Langkah antisipasi berkelanjutan dalam jangka panjang, lanjut Yayah, dilakukan dengan menumbuhkembangkan Pancasila dalam jiwa masyarakat, pendekatan sosial, peningkatan taraf hidup, dan kebijakan yang adil dan merata. “Lemahnya ekonomi warga menjadi senjata ampuh kaum komunis untuk membujuk mereka. Biasanya mereka dijanjikan kehidupan yang berkeadilan merata jika negara menganut paham komunis. Ini yang harus kita waspadai,” paparnya.

Tags

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

Close