DAERAHPilihan Redaksi

Ki Wangsa : tidak mau situs Cipeueut dipindahkan

BUDAYAWAN Sumedang dan tokoh adat masyarakat Cipaku, Wawan Dharmawan Ider Alam atau kerap disapa dengan nama Ki Wangsa, mengharapkan agar pemerintah dapat mempertahankan situs Kabuyutan Cipaku, tidak ditenggelamkan atau bahkan dipindahkan.
“Ini ada semacam ada gerakan moral gerakan moral untuk mempertahankan situs. Jadi tetap kami, sebagai seuweu siwi tidak menghendaki situs ini digenang atau ditenggelamkan atau dipindahkan. Kami memohon pada pemerintah dengan berbagai cara, supaya diselamatkan. Karena, merupakan symbol akar sejarah peradaban Sumedang,” kata Ki Wangsa saat menghadiri ritual Muharaman yang digelar di Makam Ratu Inten Dewi Nawang Wulan, Selasa, 27 Oktober 2015.
Seperti diketahui situs cagar budaya di kawasan bakal Bendungan Jatigede di dalamnya terdapat situs Kerajaan Tembong Agung (258 Mdpl) yang merupakan cikal bakal Kerajaan Sumedang Larang pada Abad 7 M.
Dikawasan tersebut terdapat situs Sanghyang Resi Agung Bimaraksa / Aki Balangantrang / Ayah dari Prabu Guru Adji Putih (252 Mdpl), Prabu Guru Adji Putih / Raja Tembong Agung (250 Mdpl), Ratu Inten Dewi Nawangwulan/Istri dari Prabu Guru Adji Putih (257 Mdpl), Prabu Lembu Agung / Raja Sumedang Larang II (258 Mdpl) dan kerabat pendiri kerajaan Tembong Agung lainnya yang tersebar di kawasan bakal bendungan tersebut.
Padahal tiga situs-situs tersebut sangat dikeramatkan oleh masyarakat Sumedang dan masyarakat Sunda pada umumnya. Karena merupakan bagian dari peradaban budaya Sunda. “Jika ini dihilangkan (ditenggelamkan), berarti adanya penghancuran akar sejarah,” ungkapnya. ***
Reporter : Fitriyani

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close