DAERAH

Tiga Panitia Pilkades Linggajaya Mundur

MUNDUR - Dede Efendi (kanan) salahseorang tim verifikasi yang mundur. Dokument

CISITU – Tiga Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Linggajaya, yakni Ketua D Solehudin SPd.I, Uji Materi Agus Wawan dan Tim Verifikasi Dede Efendi, mengundurkan diri dari kepanitiaan Pilkades, Rabu (23/5).
Pengunduran ketiga panitia itu dipicu, kebingungan mereka, atas keukeuhnya salahsatu panitia untuk meloloskan satu bakal calon yang berdomisili kurang dari dua tahun. Namun kebuntuan panitia Pilkades segera dapat diatasi, setelah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat, langsung menggelar PAW (Pergantian Antar Waktu). Sebelumnya, salahsatu panitia sempat mendeklarasikan diri sebagai Ketua Panitia Pilkades Reformasi.
“Kata Pak Camat (Cisitu), tidak ada yang namanya panitia pilkades reformasi, karena panitia tidak dapat dengan sendirinya menentukan ketua. Panitia harus dibentuk oleh BPD,” ujar salahseorang tokoh masyarakat desa setempat ditemui sumedangonline di kediamannya, Rabu (23/5) sore.
Di tempat terpisah Sekretaris Panitia Pilkades Linggajaya, Mugni Saprudin, membenarkan tentang adanya polemik, yang justru menurut pendapat Mugni terjadi pada tubuh panitia. Dengan pengunduran diri panitia tersebut, saat ini panitia pilkades lanjutnya, hanya berjumlah enambelas orang dari semula duapuluh orang, satu orang diantaranya telah mengundurkan diri karena sakit sejak awal.
“Saya juga jadi bingung, kenapa yang berpolemik justru ada di panitia, biasanya kan di calon. Tapi meskipun ada yang mengundurkan diri, tetap jadwal Pilkades Linggajaya tidak sampai terganggu, karena sudah dilakukan PAW Panitia,” ujarnya.
Mugni pun secara pribadi mengaku, menyikapi polemik yang berkembang saat ini, ingin keluar. Namun, katanya, mengingat masa depan Linggajaya ia pun berpikir ulang. “Kalau melihat terus adanya polemik ini, saya juga jenuh. Bahkan skripsi yang sedang saya susun saja, sampai sekarang tidak kelar-kelar, karena saya lebih mementingkan masalah ini,” ujar Mugni.
Dikatakan Mugni, panitia baru, saat ini telah sepakat akan taat pada peraturan yang telah ditetapkan melalui Perdes dan Perda, dengan kata lain disebutkan Mugni, hanya sembilan orang yang lolos menjadi calon kades dan akan mengikuti tahap selanjutnya.
Ditemui di Kantornya, Camat Cisitu Taufik Hidayat, membenarkan tentang adanya kejadian tersebut. Mundurnya panitia Pilkades itu lanjut Taufik, akibat panitia sudah merasa kebingungan dengan berbagai polemik yang timbul dalam tubuh panitia.
“Kami masuk kesana karena di panitia sudah tidak kondusif, mudah-mudah dengan sudah adanya keputusan adanya PAW. Kita dapat melaksanakan tahapan selanjutnya, sembilan calon yang lolos karena kita tetap berpegang teguh pada normatif alat bukti tertulis, kita tidak berasumsi ceuk beja sudah berdomisili dua tahun,” ujar Taufik ke media ini di kantornya.
Menurut Taufik, pihaknya telah berulang kali mengingatkan Panitia jika akan melanggar Perda, pihaknya meminta surat keterangan yang menyebutkan jika pihak kecamatan sudah mengarahkan dan mengingatkan, namun panitia tetap keukeuh pada asumsinya.
“Jika saya nanti disalahkan oleh publik, media dan masyarakat termasuk pimpinan saya, kenapa bisa membiarkan panitia yang sudah melanggar. Saya akan bilang camat sudah berulang kali melakukan pembinaan, tapi mereka tetap keukeuh,” lanjutnya.
Taufik pun berharap dengan terbentuknya kepantiaan baru Pilkades Linggajaya, dapat segera mengatasi segala bentuk permasalahan yang saat ini terjadi. “Saya tadi (kemarin) bilang, kalau panitia semua mundur, tolong BPD ambil sikap. Silakan BPD yang melakukan seleksi, karena yang mengangkat dan membentuk panitia dalah BPD. Kalau satu dua orang mundur mungkin bisa diganti, itu kewenangan BPD untuk melakukan PAW. Mau menujuk siapa silakan, asal sesuai dengan kriteria,” imbuhnya.
Dengan adanya PAW tersebut waktu pencoblosan tidak berubah, yakni 10 Juni 2012 mendatang.(FITRI)

Tags

Silakan beri tanggapan terkait artikel ini:

Related Articles

Close